Yaampuun, mamak..!! Ini hari ibu.

*Dja’far Pakcik
*Dosen Tetap UIN SU Medan
Pagi-pagi sekali selesai sholat subuh Mak Odah yang sudah berusia 58 tahun harus memasak sarapan pagi untuk Odah anak gadisnya yang masih kuliah. Penderitaan-penderitaan yang dilaluinya semenjak suaminya meninggal dunia 24 tahun yang lalu, ketika umur Odah masih berusia 2 tahun, menyebabkan Mak Odah harus keliling kampung menjadi ‘pembantu harian’ di rumah-rumah tetangga.

Mencuci, mensetrika pakaian, mengepel dan membersihkan halaman rumah tetangga adalah pekerjaan harian Mak Odah agar bisa bertahan hidup membesarkan putri semata wayangnya yang bernama “Siti Sa’adah”. Sehari-hari teman-temannya memanggilkannya Odah.

Kini Odah sudah kuliah pada sebuah perguruan tinggi di kota M. Ibunya gembira karena Odah berkenan memakai busana muslimah. Ibunya berharap agar kelak putrinya menjadi seorang ‘bidadari surga’.

Ibunya memang selalu mengurut dada mencari-cari siapa yang salah. Odah bukannya menjadi gadis yang mandiri. Baju, jilbab, bahkan pakaian dalam yang dipakainya sehari-hari, ternyata ibunyalah yang mencuci, menstrika dan menyusunnya di dalam lemari tua. Untuk sarapan paginya pun, ibunya jugalah yang berpagi-pagi sekali usai sholat subuh mempersiapkannya agar Odah berangkat kuliah sudah sarapan.

49a98 ibu2

Entah apa yang terjadi, pagi kemarin Odah sudah bangun sebelum subuh. Odah berpakaian indah sekali bagaikan seorang puteri raja yang sedang menunggu putera mahkota. Tiba-tiba saja suara Odah melengking memanggil ibunya, “Mamaaaak! sini dulu …!”

Bunyi air yang memancar dari keran air, ditambah lagi busa sabun yang menutupi daun telinga Mak Odah menyebabkan panggilan putri semata wayangnya luput dari pendengarannya.

Merasa kesal, Odah langsung mendatangi ibunya ke kamar mandi, menarik ibunya keluar setengah memaksa dan berkata ketus,

“Sini mak kita berfoto dulu…..”

“Untuk kita berfoto …!” kata ibunya. Tetapi Odah sudah mencium ibunya bagaikan seorang puteri yang shalihah diiringi pancaran lampu bliz kamera hpnya yang sudah distel secara atomatis.

a7cd8 ibu menangis
Selesai berfoto, sambil berjalan meninggalkan ibunya, Odah berkata, ”Ya Ampunnn …  Mamak…! ini hari ibu,” katanya, sambil mengirimkan foto itu di dinding Fbnya, sebagai status. “Selamat Hari Ibu”.

 

Dikutip berdasarkan Referensi, *Dja’far Siddiq
*Dosen Tetap Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Tinggalkan komentar

Copy link