Tujuan Pendidikan Islam

Ditulis oleh
Diperbaharui 8 November 2018
Tujuan%2BPendidikan%2BIslam

     Tujuan pendidikan Islam pada dasarnya tidak selalu sama di sepanjang periode perkembangan Islam. Pada masa awal Islam tujuan pendidikan Islam berbeda dengan tujuan pendidikan pada masa khulafaur rasyiddin, begitu pula dengan masa yang lainnya.Oleh karena itu dapat kita sadari bahwa tujuan dan sasaran pendidikan Islam itu mengalami perkembangan pada masa berikutnya.Namun yang tidak pernah berubah adalah, pada hakikatnya tujuan pendidikan itu selamanya bersumber dari halhal yang bersifat rasional dan simbol-simbol agama Islam.
     
     Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin yang telah ditulis oleh Al-Ghazali menjelaskan tujuan sistem pendidikan, yakni tentang berbagai ilmu yang wajib dipelajari oleh murid, perencanaan bahan ajar yang sesuai dengan beraneka ragam kondisi anak, dan juga tentang metode belajar mengajar yang harus diikuti seorang guru dalam mendidik anak serta dalam menyajikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.
     
     Kemudian agar supaya pendidikan Islam dapat memberi ruang pada bakat dan perhatian yang sesuai dengan kecenderungan mereka. Pandangan beliau tentang adanya tingkatan kesadaran manusia yang meliputi kesadaran inderawi, kesadaran akal, dan yang terakhir adalah kesadaran spiritul atau agamawi sebagaimana yang telah disebutkan diatas tadi menyiratkan bahwa dalam merencanakan program pendidikan selain meniadakan dikotomi juga harus mengarahkan potensi anak didik pada hal-hal yang bersifat rabbani. 

     Secara khusus pendidikan Islam memiliki corak tersendiri, yakni perhatiannya yang tinggi kepada ilmu-ilmu agama, dan perhatian tersebut menyebabkan proses pembelajaran terhadap ilmu-ilmu yang lain harus mengacu pada nilai-nilai keagamaan. Kenyataan ini membentuk kerangka berfilsafat yang khas, sehingga para ahli filsafat pendidikan berpendapat bahwa kesempurnaan manusia tidak mungkin dicapai kecuali dengan mempertemukan antara agama dan ilmu pengetahuan (Al-Jumbulati & Abdul, 1994: 74). Dengan kata lain kita akan tersesat jika mempelajari filsafat Yunani dan keturunannya jika kita tidak menggantungkan premis-premis tersebut dengan hal-hal yang transendental religious. 

     Para ahli pendidikan muslim sepakat bahwa tujuan pendidikan Islam bukanlah menjejali murid dengan fakta-fakta, melainkan menyiapkan meeka agar hidup bersih, suci dan tulus. Keberfihakan secara penuh terhadap pembentukan watak ini, didasarkan pada cita-cita etika Islam yang ditempatkan sebagai tujuan tertinggi pendidikan Islam (Al-Jumbulati & Abdul, 1994: 74).

     Hal inilah yang akan digunakan umat Islam dalam menghadapi tantangan dan proses indoktrinasi yang masuk melalui ilmu pengetahuan kontemporer, teknologi yang semakin ekspansif, dan dahsyatnya ledakan media informasi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan generasi penerus Islam. Oleh karena itu, pendidikan keterampilan dan pendidikan keagamaan diimplementasikan melalui keteladanan, rasionalisasi ilmu-ilmu ukhrowi dan penciptaan pengalaman.

     Hal inilah yang akan digunakan umat Islam dalam menghadapi tantangan dan proses indoktrinasi yang masuk melalui ilmu pengetahuan kontemporer, teknologi yang semakin ekspansif, dan dahsyatnya ledakan media informasi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan generasi penerus Islam. Oleh karena itu, pendidikan keterampilan dan pendidikan keagamaan diimplementasikan melalui keteladanan, rasionalisasi ilmu-ilmu ukhrowi dan penciptaan pengalaman.


DAFTAR BACAAN
Ali Al-Jumbulati dan Abdul Futuh At-Tuwaanisi, Perbandingan Pendidikan Islam, (Jakarta: Rineka Cipta, 1994)

Tinggalkan komentar