Reward Dalam Pendidikan

reward-dalam-pendidikan-thumbnail

Reward bukanlah istilah yang baru, terlebih lagi dalam lingkup pendidikan. Reward dalam pendidikan diyakini menjadi salah satu hal yang memberi pengaruh baik bagi para peserta didik.

Reward berasal dari bahasa Inggris, yang berarti ganjaran. Sementara, hal ini dalam KBBI Online berasal dari kata ganjar yang dapat diartikan sebagai memberi hadiah.

Hal ini juga dikaitkan dalam aktivitas belajar para peserta didik di kelas mereka. Reward diyakini sebagai alat untuk mendidik anak supaya dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan.1

Disisi lain, reward juga berpengertian lain seperti kenang-kenangan atau cendramata.2 Ini semua merupakan suatu penghargaan yang diberikan guru kepada siswa mereka sebagai hadiah karena telah berperilaku baik dan sudah berhasil melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan baik.3

Dalam Islam, Reward juga diartikan sebagai pahala. Itu karena ia merupakan ganjaran terhadap apa atau perilaku yang dilakukan umat manusia.

Ini terdapat dalam Alquran surah Al-Baqarah: 281 yang berbunyi:

وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Terjemah : Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).

Macam-Macam Reward Dalam Pendidikan

Rewad dalam pendidikan juga terdiri dari beberapa macam. Hal ini seperti: pujian, penghormatan, hadiah, dan tanda penghargaan.4

Sardiman5 juga mengungkapkan bahwa macam reward dalam pendidikan terdiri dari pemberian angka atau nilai, pemberian hadian, dan pemberian pujian.

Sedangkan menurut Purwanto6, mengungkap bahwa macam-macam reward dalam pendidikan yaitu:

  1. Guru mengangguk-angguk sebagai tanda senang atau membenarkan pendapat siswa
  2. Guru memberikan kata-kata pujian yang menggembirakan.
  3. Dukungan seperti “Engkau akan saya beri soal yang lebih sulit, karena nomor sebelumnya, kami berhasil menjawab dengan sempurna”.
  4. Ganjaran yang diberikan kepada seluruh siswa.

Referensi

  1. M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), h. 182.
  2. Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 182.
  3. Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h. 171.
  4. Alisuf Badri, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1999), h. 46-47.
  5. Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, h. 89
  6. M. Ngalim Purwanto, h. 183

Tinggalkan komentar