Peran Guru di Masa Pandemi [Studi Kasus]


guru-masa-pandemi

Ini berisi peran guru di masa pandemi.

Keadaan ini, tidak sebagai mana biasanya.

Mengajar di masa pandemi, membutuhkan beberapa kemampuan (soft skill) yang harus diketahui setiap guru.

Beberapa hal yang akan dibahas disini antara lain:

  • Bagaimana guru di masa pandemi
  • Apa saja peran guru di masa pandemi
  • Menyikapi peran guru di masa depan
  • dan masih banyak lagi

Mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Bagian 1:

Guru di Masa Pandemi


kualitas-guru

Bagaimana menjalankan profesi guru di masa pandemi?

Pertanyaan ini semakin hari semakin meningkat.

Banyak orang yang mempertanyakan itu.

Sejatinya, pertanyaan ini sangatlah wajar karena keadaan pandemi membuat segala aktivitas berubah 180°.

Kreativitas harus dituntut saat ini.

Begitu pula halnya dengan teknologi, juga harus diketahui untuk mendukung pembelajaran.

Masa Pandemi

Maksud dari masa pandemi adalah masa dimana penyebaran virus corona.

Hal yang mengkhawatirkan disini adalah bahwa lembaga sekolah harus ditutup demi menjaga keselamatan siswa mereka.

Sebenarnya, ini tidak hanya terjadi pada lembaga sekolah saja, melainkan juga terjadi bagi hampir seluruh elemen lembaga.

Itu seperti Mall, pasar, swalayan, taman-taman, atau tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian lainnya.

Sekolah di Masa Pandemi

Sekolah harus ditutup.

Pemerintah di berbagai negara, atau lebih khusus untuk daerah, menghimbau agar lembaga pendidikan harus menutup aktivitasnya di sekolah.

Ini membuat pembelajaran tidak dilakukan dengan tatap muka langsung.

Ini faktor dari keadaan pandemi.

Dengan diberlakukannya pembelajaran tidak dengan tatap muka, maka tentunya menghadirkan sebuah keadaan baru dalam kegiatan belajar mengajar siswa, dan itu berbeda dari yang biasanya.

Virtual Study

Pembelajaran jarak jauh merupakan sebuah solusi untuk masalah yang ada.

Keadaan yang membuat siswa dan guru harus menjaga jarak, membuat pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah aturan baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Pembelajaran model semacam ini, sebenarnya sudah cukup lama berkembang.

Tetapi, tidak untuk pembelajaran dalam bentuk formal.

Namun, keadaan ini memaksa setiap siswa dalam lingkup formal harus menggunakan virtual (pembelajaran online).

Tentu saja, pada praktiknya ini membuat banyak perbedaan dari apa yang biasanya dilakukan.

Tidak terfokus hanya pada guru, bahkan para peserta didik sendiri juga terkadang tidak seluruhnya memahami akan penggunaan ini.

Saling sapa melalui virtual, mengajarkan sesuatu ilmu melalui virtual, membuat aktivitas belajar mengajar tidak seindah tatap muka langsung.

Tetapi, hal ini seluruhnya kembali kepada sang guru, tentang bagaimana ia membuat desain pembelajaran sehingga itu benar-benar menarik bagi siswa.

Ini tidak bercerita tentang kesalahan, melainkan sebuah jalan keluar yang baik.

Yang menjadi persoalan adalah, dapatkah pembelajaran dengan DARING ini dilakukan dengan baik?

Apakah seluruh elemen sekolah mengerti akan penggunaannya?

Bagian 2:

Peran Guru di Masa Pandemi


guru-mengajar-online

Apa saja peran guru di masa pandemi?

Bagian sebelumnya, telah diuraikan secara jelas tentang keadaan saat pandemi.

Oleh karena itu, dirasa penting untuk menguraikan secara detail tentang peran apa saja yang dibutuhkan untuk guru dalam pembelajaran di masa pandemi ini.

Note: Ini berbeda dari yang biasanya…!

Online Instructor

Ini salah satu peran yang harus disadari oleh guru.

Peran mereka kini sedikit berbeda, dari apa yang biasanya.

Guru harus mampu menjadikan dirinya sebagai Online Instructor.

Ini tentu saja berbeda dengan guru sebagaimana biasanya.

Beberapa hal yang harus disadari oleh setiap pengajar online seperti:

  • Bersabar untuk sambutan setiap sapaan guru melalui jalur online
  • Bertanya dan berbicara dihadapan kamera
  • Memperhatikan media penyambung seperti Microphone, Focus Camera, dan lain sebagainya
  • dan masih banyak lagi.

Itu semua membuat sebuah pekerjaan tambahan bagi guru saat mengajar.

Tentu saja, hal ini menjadi makanan sehari-hari bagi mereka yang berprofesi sebagai Online Instructor.

Tetapi itu tidak mudah bagi seorang pengajar tatap muka.

“Hari anak murid.. Sekarang saatnya kita mempelajari tentang ilmu pengetahuan alam..”

Saya tidak membayangkan ini sebelumnya, untuk diterapkan oleh mereka sebagai pengajar tatap muka.

Ditambah lagi, guru harus menyiapkan media pendukung seperti kamera yang memadai, dan microphone yang baik.

Ini benar-benar baru bagi mereka, karena itu bukan kebiasaan sehari-hari.

Online Service

Online Service maksudnya adalah pelayanan yang dilakukan secara online.

Tidak menutup kemungkinan, guru harus mengetahui prinsip ini.

Hal yang umum terjadi adalah pertanyaan dari setiap siswa, pasca pembelajaran itu berlangsung.

Terkadang dalam kondisi reel, siswa bertanya kepada guru mereka tentang materi yang telah lalu.

Jadi, bagaimana itu bisa terjadi dalam lingkup online?

Oleh karena itu, guru harus memahami prinsip Online Service ini, untuk mendukung pembelajaran bagi para siswa mereka, dan itu tidak mudah.

Mengapa tidak mudah?

Mari kita lanjutkan.

Guru seharusnya menyediakan waktu pada setiap siswa mereka, tatkala siswa membutuhkan penjelasan lebih tentang materi yang telah berlalu.

Ini adalah kondisi yang baik.

Oleh karena itu, bagaimana ini dapat terjadi untuk online?

Satu poin untuk guru.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk memenuhi ini.

Bisa dengan menggunakan layanan pesan instan seperti whatsapp app, facebook messager, inbox twitter, dan sosial media lainnya.

Ini sangat berguna, terlebih lagi karena sifatnya yang sangat sederhana dan terkesan instan.

Murid-murid dapat bertanya disana, dan dalam waktu tertentu sang guru dapat memberi penjelasan tentang apa yang dipelajarinya.

Dalam kasus yang sama, saya menggunakan layanan Whatsapp App untuk mendukung itu.

Lihatlah bagaimana siswa merasa puas ketika bertanya mengenai topik pembelajaran yang telah berlalu.

pembelajaran-online-siswa-di-whatsapp

Saya menerima banyak pertanyaan dari masing-masing mahasiswa yang ada, pasca pembelajaran itu berlangsung.

Saya tahu, bahwa guru akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk merespon setiap pertanyaan yang masuk.

Tetapi, itulah kondisi saat ini yang dapat digunakan untuk membantu pembelajaran mereka.

Pembelajaran akan jauh lebih aktif, bila ditemui interaksi pasca pembelajaran dari siswa kepada gurunya, dan itu berguna bagi dirinya.

Jadi, persiapkan diri untuk menghadapi ini.

Berikan siswa waktu yang lebih luas, untuk mengulas lebih dalam tentang apa yang mereka pelajari.

Bagian 3:

Peran Guru di Masa Depan


guru-masa-depan

Tidak ada sesuatu yang pasti tentang masa depan.

Tetapi, beranjak dari keadaan saat ini, tentunya sedikit membuka pandangan lebih jauh tentang bagaimana peran guru di masa depan.

Kini, pendidikan benar-benar mulai berbaur dengan teknologi secara utuh.

Jadi, ini akan berpengaruh untuk masa depan.

Mengetahui Tentang Era 4.0

Bagian ini, sifatnya lebih luas.

Setiap orang semestinya mengetahui tentang perkembangan industri yang ada.

Ini tidak hanya terbatas pada industri semata, melainkan akan dilibatkan juga untuk bagian yang lainnya.

Saya sepakat, bahwa peran guru tidak akan pernah tergantikan, meski dengan robot tercanggih sekalipun.

Tetapi, kita harus mengetahui dengan perkembangan ini.

Era 4.0 saat ini, mulai banyak bermunculan seperti laser-laser yang mendeteksi sesuatu, robot dengan fungsi membantu pekerjaan manusia, bahkan teknologi telepon genggam yang dapat berkomunikasi dengan penggunanya melalui robot.

Ini sesuatu yang menakjubkan.

Siap Berbaur dengan Teknologi

Karena ini berada dalam era digital, maka tidak ada alasan lain selain bercampur dengannya.

Guru juga harus tidak menutup mata dengan perkembangan teknologi yang ada.

Ini juga akan membuat kemungkinan akan terciptanya lembaga-lembaga pembelajaran online di luar sana, untuk mendukung pembelajaran siswa.

Itu karena, saat pandemi kita sedang latihan saat ini (masa pandemi).

Keadaan pandemi ini, membuat kita berlatih secara dunia tentang pembelajaran secara online.

Tidak menutup kemungkinan bahwa inilah corak pendidikan di masa mendatang.

Oleh karena itu, mempersiapkan diri adalah keputusan yang tepat untuk itu.

Berbaur dengan digital, akan sedikit membantu untuk perjalanan di masa depan.

Conclusion


Saat ini, pembelajaran memang benar-benar berubah secara drastis.

Itu membuat setiap guru, harus mempelajari sesuatu, dan mempersiapkan diri mereka.

Menutup mata untuk teknologi, akan tertinggal jauh di masa depan.

Bagaimana dengan kondisi lembaga anda di masa pandemi ini, apakah itu berjalan dengan baik?

Beritahu saya melalui kolom komentar.

Tinggalkan komentar