Pembelajaran Daring Untuk Anak PAUD

Pembelajaran Daring untuk anak PAUD tentunya menjadi suatu hal yang menarik untuk dibahas. Faktanya, PAUD adalah anak dengan usia 4-6 tahun. Lantas, bagaimana pembelajaran daring diterapkan dalam pendidikan setingkat usia mereka? Mari simak lebih lanjut.

Konsep Dasar Pembelajaran Daring

Daring merupakan singkatan dari Dalam Jaringan. Itu artinya, sebuah pembelajaran yang dilangsungkan melalui jaringan dengan melibatkan teknologi. Oleh karena itu, aktivitas daring kerap dikaitkan dengan koneksi internet, laptop, handphone, dan barang-barang teknologi lainnya.

Pada dasarnya, pembelajaran melalui daring dilakukan dengan memperhatikan model pembelajaran tatap muka sebagaimana biasanya. Hanya saja, daring mengharuskan tatap muka dilangsungkan melalui media tertentu, yang lebih umum misalnya melalui Laptop. Media inilah yang memberi gambaran lebih jelas bahwa itu dilakukan secara daring.

Gambar Peta Konsep pembelajaran daring.

Tidak hanya laptop yang dapat menjadikan media dalam pembelajaran daring. Melainkan Handphone dengan fungsi dan jenis yang mempuni juga dapat digunakan dan itu tetap dikatakan sebagai media pembelajaran daring.

Pada akhirnya, dikatakan daring apabila sebuah aktivitas belajar mengajar dilangsungkan dengan mempertemukan antara guru dan peserta didik melalui media teknologi.

Dilema Pembelajaran Daring Untuk Anak PAUD

Pembelajaran daring menggunakan media, dan itu akan jauh lebih efektif bila dilaksanakan dalam masa usia produktif (pendidikan orang dewasa). Sementara, bagaimana dengan pendidikan PAUD? Tentu saja, ini membutuhkan modifikasi tertentu agar ia menjadi layak.

Daring akan lebih mudah diterapkan untuk pendidikan usia dewasa, sedangkan PAUD bukanlah menjadi prioritas utama. Tetapi, terkadang pembelajaran melalui daring ini tetap digunakan saat-saat dibutuhkan.

Contoh kasus:
Saat ini negara sedang mengalami musibah wabah Virus Corona (COVID-19) yang mengharuskan guru dan siswa, berada di rumah (termasuk proses belajar mengajar). Opsi yang paling memungkinkan adalah menggunakan daring dari berbagai layanan.

Pembelajaran semestinya terus berlangsung. Suka atau tidak suka, pembelajaran daring untuk anak PAUD tetap harus dilakukan. Ini sebagai upaya agar tetap membelajarkan peserta didik PAUD itu sendiri.

2 pemikiran pada “Pembelajaran Daring Untuk Anak PAUD”

Tinggalkan komentar

Copy link