Pembelajaran Daring Anak TK: Panduan Penting Pembelajaran Masa Pandemi

Jadi, hari ini saya ingin menyampaikan beberapa hal tentang apa yang saya lewati. Pembelajaran daring, membuat segalanya turut berubah dalam proses belajar mengajar.

Beberapa hal yang akan diulas disini seperti:

  • Bagaimana menerapkan pembelajaran daring anak TK
  • Hal yang menjadi pertimbangan
  • Bagaimana saya melakukannya
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari ikuti hingga usai.

Konsep Pembelajaran Daring

Bagaimana sebenarnya yang dimaksud dengan pembelajaran Daring itu?

Seperti yang kita ketahui, istilah ini baru-baru saja ramai dibicarakan banyak orang.

Itu karena, dalam kegiatan belajar mengajar yang ada saat ini (2021), para peserta didik diharuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dari rumah dengan dipandu oleh guru.

Terkadang, mereka harus melakukan panggilan Video antara guru dengan siswanya.

Daring merupakan singkatan dari Dalam Jaringan. Itu artinya, proses pembelajaran akan dilaksanakan dalam jaringan tertentu.

Muncullah berbagai media yang mendukung untuk ini. Jaringan disini, diartikan sebagai koneksi internet, atau model pengkoneksian lainnya seperti jaringan komunikasi, dan lain sebagainya.

Pembelajaran daring memungkinkan seseorang bertemu dalam jaringan dalam satu waktu yang sama dengan lokasi yang berjauhan.

Bila dikaitkan dalam konsep pendidikan, daring diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang dilakukan secara reel time dengan lokasi yang saling berbeda antara pendidik dan peserta didik.

PAUD dan Taman Kanak-Kanak

Pada artikel sebelumnya, telah dipaparkan tentang PAUD dan Taman Kanak-Kanak. Mulai dari segi pengertian, hingga pada keadaan dalam lingkup pendidikan di masyarakat.

PAUD merupakan singkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini, dan ini termasuk pada Taman Kanak-Kanak.

Pendidikan paling dasar di Indonesia ini, sudah berkembang sejak 1840 di Jerman kala itu. Perkembangan itu terus diikuti untuk diterapkan di Indonesia.

PAUD atau TK merupakan lembaga yang membelajarkan anak-anak dengan usia antara 0-6 tahun.

PAUD sendiri bertujuan untuk mempersiapkan generasi (anak didik) untuk melanjutkan pendidikan pada tingkatan yang lebih tinggi (Sekolah Dasar/ SD).

Dalam rangka itu, berbagai bentuk kurikulum PAUD mulai diberlakukan.

Hal umum yang menjadi pembeda adalah PAUD merupakan kelompok belajar yang mengedepankan prinsip Bermain sambil Belajar. Sedangkan pendidikan Dasar hingga Atas, berprinsip pada bejalar.

Lantas, bagaimana menerapkan DARING pada PAUD ini? Hal ini menjadi pertanyaan besar belakangan ini. Mari selami lebih dalam lagi.

Pembelajaran Daring Anak TK

Seperti yang kita ketahui, bahwa anak PAUD/ TK lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan bermain, meski tanpa disadari bahwa mereka sedang belajar.

Namun, sesuatu yang sedikit membutuhkan perhatian adalah dikala itu dilaksanakan melalui program DARING. Bagaimana itu bisa terlaksana dengan baik?

Secara istilah, dapat diartikan bahwa pembelajaran daring anak TK adalah membelajarkan peserta didik PAUD/ Taman Kanak-Kanak dengan pembelajaran melalui tatap muka tidak langsung (Daring).

Hal yang dapat dimaklumi adalah bahwa peserta didik dengan usia yang cukup dini ini, tentu tidak akan mampu berinteraksi dengan guru mereka, melalalui media Daring yang ada seperti Laptop, Handphone, atau yang lainnya.

1. Hambatan Yang Ada

Hal ini merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya, untuk dikaji secara mendalam.

Ada beberapa hambatan yang akan ditemui, bila menerapkan pembelajaran Daring untuk anak PAUD. Diantaranya yaitu:

  • Anak TK tidak mampu mengoperasikan berbagai media pembelajaran Daring.
  • Dilakukan dengan Jaringan, membuat pembelajaran mungkin akan terhambat dan dipengaruhi dengan jaringan seperti audio yang terhambat, grafis video yang lemah, atau yang lainnya.
  • Saat anak belajar dari rumah, tentu saja membutuhkan pemandu tambahan dari orang terdekat seperti orangtua, paman, atau yang lainnya.
  • Kesulitan untuk melakukan permainan antara guru dan siswa.
  • Tidak mampu berinteraksi dengan peserta didik lainnya.
  • dan masih banyak lagi.

2. Hal Yang Perlu Diperhatikan

Dalam menerapkan pembelajaran daring untuk anak TK, ada beberapa hal yang menjadi perhatian lebih demi mensukseskan program pembelajaran daring ini.

Adapun hal yang dimaksudkan itu antara lain seperti:

  • Koneksi internet yang semestinya stabil sebagai perwakilan dari semua aktivitas
  • Memilih metode dan media pembelajaran yang sesuai.
  • Menentukan waktu yang lebih fleksible
  • Memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk berbicara
  • Bertatap muka langsung melalui media pendukung seperti Laptop, Handphone, dan masih banyak lagi
  • Aplikasi yang sesuai untuk pembelajaran Daring.

Berbagai hal yang di atas itu, merupakan bagian yang menjadi perhatian tatkala melaksanakan program pembelajaran Daring untuk Anak PAUD.

Pasalnya, anak PAUD bukanlah pendidikan orang dewasa, yang sudah banyak memahami istilah yang ada. Mereka masih membutuhkan panduan dan arahan dari orang-orang sekitarnya, terutama dari orangtua dan guru mereka sendiri.

Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Daring Untuk Anak TK

Berikut ini, saya akan menjelaskan tentang bagaimana kami melewati proses pembelajaran Daring untuk anak TK. Mari simak selengkapnya.

Tinggalkan komentar

Copy link