Meningkatkan Kualitas Guru Diklinko

Guru

Meningkatkan Kualitas Guru: Cara Terbaik di Tahun 2021

Meningkatkan kualitas guru adalah bagian yang perlu untuk diketahui bagi masing-masing pimpinan lembaga sekolah. Sebab, guru merupakan sektor inti dalam keberlangsungan aktivitas di sekolah.

Beberapa hal yang perlu anda ketahui disini seperti:

  • Dasar-Dasar Kualitas Guru
  • Cara Meningkatkan Kualitas Guru
  • Hal yang perlu diperhatikan
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita mulai pembahasan ini.

Dasar-Dasar Kualitas Guru

Sebenarnya, apasih yang dimaksud dengan kualitas guru itu? Bagaimana dengan indikatornya? Apakah guru dengan prilaku baik dan terpuji itu sudah cukup untuk dikatakan sebagai guru yang berkualitas?

Dalam KBBI Online disebutkan bahwa istilah kualitas itu diartikan sebagai baik atau buruknya sesuatu, yang lebih mengarah pada mutu. Dalam penggunaannya, sering dikatakan tentang tingkat kualitas dan rendah kualitas.

Istilah ini sangatlah umum, dan belum jelas akan batasan-batasan tertentu. Oleh karena itu, untuk menentukan sebuah ukuran kualitas, maka diperlukan kuantitas (berkaitan dengan nilai tertentu) untuk menemukan simpulan sederhana untuk label kualitas ini.

Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Berlandaskan dengan statement ini, maka dapat dikatakan bahwa guru semestinya berkualtias, agar dapat ditiru oleh orang lain dan mampu menciptakan manusia yang berkualitas pula.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, juga menjelaskan tentang kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Maka kompetensi inilah yang nantinya menjadi bahan acuan penilaian terhadap kualitas guru itu sendiri.

Penerapan beragam kompetensi yang dimiliki guru semestinya menjadi catatan tersendiri bagi seorang guru, untuk mengukur sudah sejauh mana ia menerapkannya. Keseluruhannya itu mengandung sikap positif, dalam upaya menciptakan pendidikan yang bermutu.

Setidaknya, terdapat 4 kompetensi guru yakni:

  • Kompetensi Pedagogik
  • Kompetensi Kepribadian
  • Kompetensi Sosial
  • Kompetensi Profesional

Keempat kompetensi ini merupakan elemen wajib yang semestinya diketahui bagi seorang guru, terlebih lagi itu dijalankan dengan sebaik mungkin. Profesionalisme seorang guru, dapat diukur dengan kompetensi yang dimilikinya. Dengan kata lain, profesionalisme yang diterapkan oleh guru, maka itu menggambarkan kualitasnya.

Tetapi dalam hal yang lebih luas, perlu penambahan lebih lanjut yang bersifat umum. Berpaku pada standar kompetensi yang ada, membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam pula. Sebab, hal ini hanyalah bersifat umum dan mendasar, dan tentunya membutuhkan pengembangan pada masing-masing komponen.

Cara Meningkatkan Kualitas Guru

Sepakat bahwa kualitas guru perlu dihadirkan dan senantiasa diperbaharui untuk keilmuannya. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk dapat meningkatkan kualitas guru. Hal itu akan dijelaskan dalam bagian berikut ini.

1. Tingkatkan Pemahaman Kompetensi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa guru memiliki kompetensi yang wajib untuk dimilikinya. Kompetensi yang diberikan itu merupakan bagian standar dalam pribadi guru di Tanah Air. Adapun hal ini masih membutuhkan pengembangan, dengan disesuaikan pada kurikulum lokal.

Masing-masing kompetensi guru itu terdiri dari berbagai indikator di dalamnya. Maka dengan kata lain, hal pokok yang semestinya diketahui dari masing-masing kompetensi itu adalah bagaimana itu diterapkan dalam kehidupan nyata dengan memahami indikator dari masing-masing kompetensi.

Adapun cara yang ditempuh untuk meningkatkan pemahaman kompetensi ini adalah dengan cara:

  • Belajar mandiri
  • Mengikuti pelatihan
  • Mengikuti diklat
  • dan lain sebagainya.

2. Meningkatkan Pemahaman Umum dan Teknologi

Meski ini bukanlah tanggung jawab langsung dari seorang pimpinan, seorang guru perlu memahami bahwa teknologi dan ilmu umum merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, terlebih lagi dalam pembelajaran.

Guru semestinya menerapkan prinsip “Agent of Change” dalam diri mereka. Dengan demikian, diharapkan dapat menghadirkan kemauan yang tinggi untuk senantiasa melakukan “UPGRADE” keilmuan yang dimiliki.

Seperti halnya teknologi, yang kian hari kian berkembang, bahkan dalam hitungan menit sekalipun. Semestinya keadaan ini disadari oleh setiap guru, agar lebih optimis dalam berbenah diri untuk menghadapi kehidupan di masa mendatang.

Seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini dunia pendidikan perlahan mulai masuk dan bersentuhan dengan teknologi.

3. Meningkatkan Hubungan Sosial Kemasyarakatan

Hubungan sosial kemasyarakatan sebenarnya include dalam kompetensi sosial guru. Namun, bagian ini sepertinya perlu penekanan. Mengapa ini penting?

Dalam dekade terakhir, hubungan sosial kemasyarakatan menjadi bagian yang difokuskan. Sebab, hadirnya teknologi membuat nilai-nilai kemasyarakatan itu perlahan sirna. Musyawarah dan kegiatan umum kemasyarakatan lainnya perlahan tidak dilakukan lagi.

Disinilah letak pentingnya sikap guru dalam mengambil andil dan menciptakan hubungan masyarakat yang lebih harmonis, meski ditengah maraknya teknologi.

Dalam susunan indikator kompetensi sosial, telah menjelaskan banyak hal tentang sikap dan perilaku seorang guru dalam menjalani hubungan sosial masyarakat.

Tentunya hal ini berlaku bagi pribadi guru itu sendiri, tentang bagaimana ia akan bersikap dalam lingkungan di tempat ia berada. Adapun cara meningkatkan bagian ini tidak terlepas dari pemahaman, pelatihan, dan lain sebagainya.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas guru. Beberapa hal yang dimaksudkan itu seperti:

  • Persoalan waktu
  • Berkala
  • Ketekunan
  • dan kemandirian

Tiga elemen ini semestinya menjadi perhatian tatkala meningkatkan kualitas guru. Terlebih lagi mengacu pada persoalan waktu, yang tentunya membutuhkan waktu tertentu untuk sebuah hasil capaian.

Kualitas itu bercerita tentang sesuatu yang umum, dan mengandung banyak aspek dalam peningkatannya. Improfisasi sangat dibutuhkan disini, dengan disesuaikan kondisi dan keadaan. Segala hal yang mengandung perubahan tentunya membutuhkan waktu, dan itu tidak instan.

Berkala maksudnya adalah kegiatan-kegiatan tertentu yang lebih mengarah pada pelaksana. Hal ini seperti pelaksanaan pelatihan, pendidikan, dan lain sebagainya semestinya diperhatikan tentang keberkalaannya.

Segala usaha (seperti pelatihan, diklat, dsb) semestinya dilakukan secara berkala, dan bukan hanya sekali saja. Hal ini bertujuan untuk memberi pemahaman berlebih terhadap peserta (dalam hal ini guru) untuk terus memperbaiki kualitas keilmuannya.

Ketekunan juga menjadi elemen penting untuk dikaji, tatkala bercerita persoalan peningkatan kualitas. Ketekunan ini mengacu pada pribadi.

Kemauan yang tinggi untuk mengembangkan kualitas diri sebagai seorang guru adalah poin tertinggi untuk ini. Kemauan yang tinggi, akan menciptakan sikap ketekunan dalam mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang guru.

Begitu juga dengan persoalan kemandirian, yang semestinya menjadi perhatian dalam aspek pribadi. Seorang guru diperlukan kemandiriannya untuk melaksanakan dan menerapkan segala kompetensi yang semestinya dimilikinya.

Reza Noprial Lubis Diklinko

Artikel dari:

Reza Noprial Lubis, M.Pd

Senang menulis tentang Pendidikan Islam.

Tinggalkan komentar