Kurikulum Lokal di Indonesia

Ditulis oleh
Diperbaharui 11 September 2020

Defenisi

Kurikulum Lokal merupakan sebuah kurikulum yang dibuat dalam membelajarkan tentang suatu keadaan lokal di lembaga pendidikan.

Umumnya, kurikulum lokal ini diberikan kebebasan dalam menjalankannya. Ini disesuaikan dengan otonomi daerah tertentu. Kebebasan yang diberikan bukanlah mengganti kurikulum lembaga, melainkan hanya sebatas pendukung pembelajaran semata yang membelajarkan tentang keadaan lokal di daerah lembaga itu sendiri.

Tujuan

Kurikulum lokal ini, dibuat untuk tujuan agar otonomi daerah dimana sekolah itu berada, tetap terjaga. Otonomi disini, maksudnya misalnya kekayaan daerah tertentu, seperti bahasa suku, kemudian kebiasaan lain yang memungkinkan dapat dibelajarkan di sekolah.

Manfaat

Kurikulum lokal, sebagaimana yang dijelaskan pada defenisi di atas, tentunya memberikan manfaat tertentu. Adapun manfaat yang didapatkan dari melaksanakan kurikulum lokal ini antara lain sebagai berikut:

  1. Mempelajari kelebihan daerah tertentu
  2. Meningkatkan kreativitas siswa terhadap budaya daerah tertentu
  3. Berfokus pada budaya daerah tertentu.

Contoh

Menjelaskan tentang kurikulum lokal, akan lebih baik bilamana dibarengi dengan contoh. Lihatlah contoh berikut ini:
Daerah sumatera utara, identik dengan masyarakat suku batak. Maka, lembaga sekolah yang berdiri atau beroperasi di daerah sumatera itu, diminta untuk menjalankan program muatan lokal bahasa batak. Hal ini, tentunya dimaksudkan agar ke-khasan daerah tersebut tidak hilang dan sekolah sebagai pendidikan yang memberikan pengajaran khusus untuk bahasa lokal di daerah tersebut.

Contoh di atas sangat memberikan manfaat terhadap siswa itu sendiri. Dimana, nantinya diharapkan timbulnya kreativitas siswa melalui kurikulum lokal untuk memperkaya budaya lokal di daerah tertentu.

Tinggalkan komentar