Pembelajaran

Hubungan Tujuan Pendidikan Pengalaman Belajar dan Evaluasi Hasil Belajar

Halaman ini, akan menjelaskan tentang hubungan tujuan pendidikan, pengalaman belajar dan hasil evaluasi belajar. Mari lihat ulasan lengkapnya.

Berdasarkan UU. No. 20 Tahun 2003 ​(Undang-Undang Sisdiknas, n.d.)​ mengenai Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Wina Sanjaya ​(Sarjana, 164: 2008)​ menyebutkan bahwa mengajar dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Sedangkan yang dimaksud, belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman, dan pengalaman merupakan proses belajar yang sangat bemanfat, sebab dengan mengalami secara langsung kemungkinan kesalahan presepsi akan dapat dihindari. Namun demikian pada kenyataannya tidak semua bahan pembelajaran dapat disajikan secara langsung. Untuk memahami semua itu prlu adannya media dalam proses mendapatkan pengalaman belajar bagi siswa, Egar Dale melukiskannya dalam sebuah kerucut yang kemudian dinamakan kerucut pengalaman (cone of exprience)

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga komponen pendidikan yakni tujuan pendidikan, pengalaman belajar dan evaluasi hasil belajar adalah saling berkaitan. Sejalan dengan itu. Nana Sudjana menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara ketiga komponen tersebut, yakni tergambar pada diagram 1 berikut ini:

Garis (a) menunjukkan hubungan antara tujuan intruksional dengan pengalaman belajar, garis (b) menunjukkan hubungan pengalaman belajar dengan hasil belajar, dan garis (c) menunjukkan hubungan tujuan intruksional dengan hasil belajar. Dari diagram di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan penilaian dinyatakan oleh garis (c), yakni suatu tindakan atau kegiatan untuk melihat sejauh mana tujuan-tujuan instruksional telah dapat dicapai atau dikuasai oleh siswa dalam bentuk hasil belajar yang diperlihatkannya setelah mereka menempuh pengalaman belajarnya (proses belajar-mengajar). Sedangkan garis (b) merupakan kegiatan penilaian untuk mengetahui keefektifan pengalaman belajar dalam mencapai hasil belajar yang optimal ​(Sudjana, 2: 2009)​.

Daftar Pustaka

  1. Sarjana, W. 2008. Strategi pembelajaran. (Kencana: Jakarta).
  2. Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (PT. Remaja Rosdakarya: Bandung).
  3. Undang-Undang Sisdiknas (n.d.) ‘Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional’, JDIH BPK RI.
reza_lubis_artikel

Ditulis oleh:

Reza Noprial Lubis, M.Pd

Senang menulis berbagai informasi khususnya Pendidikan Islam.

Tinggalkan komentar