Hidden Curriculum: Pentingnya Memahami Kurikulum Tersembunyi Bagi Guru

Hidden Curriculum berarti kurikulum tersembunyi. Ini merupakan bagian yang dinilai penting bagi seorang guru.

Meski istilah ini tidak termuat dalam berbagai dokumen kurikulum di lembaga, namun tetap bahwa ini tidak bisa diabaikan begitu saja, kecuali sang guru belum mengetahui tentang keberadaan hal ini.

Pengertian Hidden Curriculum

Hidden Curriculum adalah upaya tambahan yang tidak tertulis dan sifatnya tersembunyi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Itu artinya bahwa jenis kurikulum ini merupakan bagian yang tidak terlihat secara kasat mata, namun menjadi bagian dari pribadi guru tersebut dalam kaitannya dengan pendidikan.

Hidden Curriculum dianggap penting karena hal ini dinilai mempengaruhi berbagai hal tentang proses pembelajaran seperti minat belajar siswa, bahkan hingga pada peningkatan hasil belajar siswa.

Kurikulum tersembuyi merupakan bagian yang tidak dapat diabaikan begitu saja oleh para pendidik. Itu karena hal ini, akan mempengaruhi minat belajar siswa.

Hal ini juga berlaku sebaliknya. Bila kurikulum tersembunyi itu diabaikan, tentunya dalam praktik pembelajaran guru mengabaikan penampilan mereka dan terkesan “Biasa saja”.

Memanusiakan manusia tentunya memandang perlu berbagai aspek kehidupan manusia yang lumrah, seperti berpakaian rapi hingga pada menggunakan wewangian. Terkesan sederhana, tetapi itulah etika dalam bertata sosial dengan orang lain.

Dalam kegiatan belajar mengajar, hal ini juga penting untuk menjadi perhatian. Bila guru terkesan tidak peduli untuk pakaian dan tampilan visual darinya, maka fungsi guru sebagai media akan berkurang. Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Sudah saatnya, seorang pendidik menjadikan diri mereka untuk layak ditiru oleh para peserta didiknya, dengan menampilkan hidden curriculum yang dimaksudkan itu.

Contoh Hidden Curriculum

Penjelasan sebelumnya telah menjelaskan tentang apa itu hidden curriculum. Maka dari itu, setelah mengetahui tentang defenisi sederhana dari Hidden Curriculum ini, selanjutnya yang terpenting adalah mengetahui contoh hidden curriculum itu sendiri. Hal ini dimaksudkan agar lebih memahamkan dan lebih memandu praktik di lapangan.

Ada sebuah contoh yang mungkin dapat dijadikan referensi sebagai aplikasi/ penerapan dari kurikulum tersembunyi. Mari kita simak.

Parfum, adalah hal yang terlihat biasa bagi banyak orang. Masing-masing orang tentu menggunakannya bahkan untuk aktivitas mereka sehari-hari.

Tapi, tahukah anda bahwa itu termasuk dari Kurikulum Tersembunyi? Benar. Itu bagian darinya.

Parfum, merupakan alat penghubung antara seseorang dengan orang yang lainnya yang tanpa sadar dengan itu mampu membuat kesimpulan akan sesuatu.

Orang yang menggunakan parfum sehingga ia terasa begitu wangi saat berada di dekat orang sekitar, akan membuat kesimpulan bagi penikmat lawan bicaranya bahwa “Hai… dia wangi sekali..

Hal ini akan memicu berbagai hal dari lawan bicara seperti semangat untuk berbicara, ketenangan saat berbicara, dan lain sebagainya.

Hal ini semestinya juga terjadi bagi seorang guru dan muridnya. Bila guru benar-benar terlihat siap untuk mengajar dengan menggunakan wewangian saat ia masuk di jam pelajarannya, akan membuat siswa merasa tenang untuk mengikuti pelajaran. Bahkan, hal ini juga dinilai dapat mempengaruhi minat dan semangat siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Tanpa disadari, hal yang sangat sederhana ternyata merupakan bagian dari Kurikulum Tersembunyi untuk seorang guru. Hal ini tidak akan tertuang dalam Kompetensi Guru, sehingga ia terkesan tersembunyi. Banyak contoh-contoh lain untuk menerapkan hidden curriculum ini. Anda dapat menyiasatinya, pada aspek lainnya.

Hasil Penerapan Hidden Curriculum

Hidden Curriculum tidak hanya berguna seperti contoh yang dipaparkan pada bagian sebelumnya (parfum), tetapi ini juga dapat digunakan pada aspek pembelajaran lainnya seperti Tadarrus, Pembinaan, bimbingan, pengawasan, atau seperti yang biasa dilakukan di Sekolah dengan basis Islam yaitu “Infaq“.

Beberapa keadaan diatas merupakan bagian dari kurikulum tersembunyi, dan itu sangat penting untuk diterapkan terlebih lagi mengacup ada peningkatan moral peserta didik.

Beberapa yang lalu, saya mencoba menelusuri sebuah penelitian yang berkaitan dengan hal ini. Ditemukan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ely Fitriani yang berjudul Implementasi Hidden Curriculum Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik, mengungkap bahwa terdapat peningkatan dari peserta didik saat penerapan Hidden Curriculum ini. Disana, ia juga mengungkap bahwa nilai religius siswa meningkat hingga 80% dari sebelumnya.

Tentunya, hal ini dapat menjadi inspirasi bagi para praktisi pendidikan lainnya untuk mengedepankan kurikulum tersembunyi dalam kegiatan belajar mengajar mereka.

Kesimpulan

Kurikulum Tersembunyi memegang peranan penting bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah. Hal ini mencakup berbagai aspek yang lebih spesifik, untuk menciptakan berbagai karakter baik bagi para peserta didik.

Kurikulum jenis ini semestinya tidak berbuah pengabaian oleh para pendidik. Justru sebaliknya, menciptakan ini benar-benar dapat meningkatkan berbagai hal yang sifatnya lebih spesifik terhadap para peserta didik itu.

Bagaimana dengan anda? Apakah bagian ini penting? Beritahu saya bentuk kurikulum tersembunyi yang anda terapkan dalam pembelajaran anda. Tuliskan itu dalam kolom komentar.

Tinggalkan komentar

Copy link