Evaluasi

Evaluasi Pembelajaran: Sebuah Kajian Konsep Dasar

Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu komponen pendidikan yang tidak dapat ditinggalkan. Dengan adanya evaluasi pembelajaran, akan mengetahui permasalahan yang terjadi, sehingga dapat menjadikan refleksi dalam upaya peningkatan di masa mendatang.

Beberapa hal yang akan di ulas disini seperti:

  • Apa itu evaluasi pembelajaran
  • Fungsi evaluasi pembelajaran
  • Jenis-jenis evaluasi pembelajaran
  • Prosedur evaluasi pembelajaran
  • dan masih banyak lagi

Jadi, mari kita mulai pembahasan ini.

Pengertian Evaluasi Pembelajaran

Proses kegiatan belajar mengajar adalah bagian penting yang harus dilaksanakan dengan baik dengan harapan mencapai tujuan instruksional. Dalam pelaksanaannya, evaluasi kerap juga diistilahkan sebagai penilaian, karena dalam praktiknya penilaian termasuk pada bagian evaluasi.

Nana Sudjana berpendapat bahwa:

Evaluasi adalah proses menentukan nilai terhadap suatu objek tertentu. Untuk dapat menentukan suatu nilai, maka diperlukan ukuran atau kriteria. Misalnya, untuk dapat mengatakan baik, sedang, kurang, diperlukan adanya ketentuan atau ukuran yang jelas bagaimana yang baik, yang sedang, dan yang kurang.

Sudjana, 2009: 3

Sudjana secara terperinci mengungkapkan tentang karakter atau kriteria tertentu dalam sebuah hasil penilaian. Hal ini tentu saja berguna untuk melihat bagian mana yang perlu perbaikan di masa mendatang. Dengan kata lain, tujuan akhir dari evaluasi pembelajaran adalah mengetahui kelemahan dan memperbaiki pembelajaran di masa mendatang. Maka dalam hal ini dibutuhkan penilaian berupa karakter untuk mengetahui itu.

Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Evaluasi juga kerap diistilahkan sebagai penilaian juga memiliki beberapa fungsi dalam penerapannya di sekolah. Sudjana mengungkapkan bahwa terdapat beberapa berfungsi penilaian sebagai berikut:

(a) Alat untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan instruksional. Dengan kata lain, fungsi ini maka penilaian harus mengacu pada rumusan-rumusan tujuan instruksional

(b) Umpan balik bagi perbaikan proses belajar-mengajar. Perbaikan mungkin dilakukan dalam hal tujuan instruksional, kegiatan belajar siswa, strategi mengajar guru, dan lain sebagainya

(c) Dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada para orang tua siswa. Dalam laporan tersebut, dikemukakan kemampuan dan kecakapan belajar siswa dalam berbagai bidang studi dalam bentuk nilai-nilai presentasi yang dicapainya.

Sudjana, 2009: 4

Berdasarkan pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa evaluasi pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas yang menjadi landasan dalam tindak lanjut di masa mendatang. Secara umum, evaluasi akan menggambarkan tentang keberhasilan atas pencapaian tujuan instruksional yang telah disusun. Dengan kata lain, dari evaluasi juga akan didapatkan solusi terbaik tentang hambatan/ permasalahan yang ada.

Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran

Dilihat dari fungsinya, ada jenis-jenis evaluasi pembelajaran (tes), diantaranya yaitu:

1. Evaluasi Formatif

Evaluasi formatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Maka dari itu, evaluasi formatif berorientasi pada proses belajar mengajar. Adapun tujuan dari diadakannya evaluasi formatif ini adalah untuk memperbaiki kualitas pengajaran serta strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru tersebut dalam pengajarannya.

2. Evaluasi Sumatif

Evaluasi sumatif adalah proses penilaian yang dilakukan pada akhir unit program seperti catur wulan, akhir semester, dan akhir tahun. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana hasil yang berhasil dicapai oleh para peserta didik. Penilaian ini berorientasi pada produk, bukan pada proses belajar mengajarnya.

3. Evaluasi Diagnostik

Evaluasi Diagnostik adalah penilaian yang bertujuan untuk melihat kelemahan yang ada serta faktor penyebab terjadinya. Adapun penilaian ini biasanya dilaksanakan untuk kebutuhan bimbingan belajar, pengajaran remedial (remedial teaching), menemukan kasus-kasus tertentu, dan lain sebagainya. Adapun soal-soal yang disusun lebih mengarah pada soal yang dapat menemukan jenis kesulitan belajar yang dihadapi oleh peserta didik.

4. Evaluasi Selektif

Evaluasi Selektif adalah penilaian dengan tujuan seleksi seperti penerimaan peserta didik baru yang akan masuk ke dalam lembaga tersebut.

5. Evaluasi Penempatan

Evaluasi Penempatan adalah penilaian yang dilakukan untuk melihat dan mengetahui keterampilan prasyarat yang diperlukan bagi lembaga dalam suatu program belajar tertentu sebelum kegiatan program belajar itu dilaksanakan.

Prosedur Evaluasi Pembelajaran

Mengingat akan pentingnya evaluasi pembelajaran ini dilakukan, maka evaluasi itu sendiri tentu membutuhkan kualitas yang baik. Dalam penyusunan evaluasi pembelajaran, ada beberapa prosedur yang dapat dijadikan sebagai landasan. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Merumuskan atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran. Mengingat fungsi penilaian adalah untuk mengetahui hasil belajar, maka hal ini perlu dipertegas.
  • Mengkaji kembali materi pembelajaran berdasarkan kurikulum dan silabus mata pelajaran
  • Menyusun alat penilaian, baik tes maupun nontes, yang cocok digunakan.
  • Menggunakan hasil-hasil penilaian sesuai dengan tujuan penilaian tersebut.
Reza Noprial Lubis Diklinko

Artikel dari:

Reza Noprial Lubis, M.Pd

Senang menulis tentang Pendidikan Islam.

Tinggalkan komentar