dapodik_data_pokok_pendidikan

Dapodik

Dapodik (Data Pokok Pendidikan)

Sudah tahu tentang Dapodik? Istilah ini, bukan lagi istilah yang baru dikalangan dunia pendidikan. Melainkan, sudah cukup sering berhubungan dengannya. Lembaga sekolah, membutuhkan Dapodik agar terdata dalam pendidikan Indonesia. Lantas, apa itu dapodik? Mari kita lihat penjelasannya.

Berada disini, Anda akan mengetahui tentang:

Jadi, mari kita mulai.

Pengertian Dapodik

Dapodik adalah pendataan pendidikan dalam skala Nasional yang merupakan sumber data utama dalam pendidikan Nasional. Sifatnya terpadu, dimana akan menghasilkan penghitungan data dari berbagai jenis/ tingkatan pendidikan.

Istilah Dapodik merupakan singkatan dari Data Pokok Pendidikan. Dapodik adalah padanan kata yang dinilai menarik sekaligus lebih ramah untuk diingat serta diucapkan. Oleh karenanya, keadaan ini tentunya bernilai positif di masa depan.

Dapodik menghasilkan berbagai macam data, dari hasil input masing-masing lembaga pendidikan di Indonesia. Baik itu dari TK, SD, SMP, SMA, SLB, KB, dan lain sebagainya. Pendataan ini juga dinilai kompleks. Mulai dari pendataan siswa secara pribadi, keadaan sekolah, sarana dan prasarana, kurikulum yang digunakan, dan masih banyak lagi.

Fungsi Dapodik

Penjelasan tentang pengertian Dapodik, dapat menggambarkan tentang beberapa fungsi Dapodik. Dalam catatan kami, ada beberapa hal yang tergolong sebagai fungsi Dapodik secara umum. Beberapa hal yang dimaksudkan itu antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai pendataan online
  • Sebagai bukti kehadiran sekolah dalam skala nasional
  • Sebagai panduan dalam pengembangan sekolah
  • Sebagai administratif dalam program lanjutan baik dari pemerintah maupun lembaga itu sendiri.
  • Sebagai alat validasi untuk program pendataan lainnya dari pemerintah.
  • dan masih banyak lagi.

Fungsi-fungsi ini tentunya sangat bergantung dengan keberadaan lembaga dalam skala nasional. Sebagai contoh sederhana, bila sebuah lembaga tidak terdata dalam skala Nasional, maka hal ini akan menyulitkan lembaga untuk mengikutsertakan diri mereka dalam berbagai program yang dilaksanakan pemerintah.

Salah satu program yang paling sering diperdengarkan adalah persoalan Dana Hibah, yang salah satu syarat darinya adalah “Terdata dalam Data Pokok Pendidikan (DAPODIK)“.

Yang paling penting adalah bawah Dapodik, merupakan aplikasi yang digunakan oleh satuan lembaga. Data yang diterima oleh pusat, akan diantarkan pada aplikasi-aplikasi lainnya seperti:

Kami beranggapan bahwa Dapodik adalah alat utama bagi Lembaga, untuk menyampaikan tentang keadaan lembaga mereka ke pendataan nasional. Pada akhirnya, hasil input dari Dapodik ini akan terlihat pada program aplikasi lainnya.

Jenis-Jenis Dapodik

Indonesia memiliki beberapa jenis atau perbedaan Dapodik. Maksudnya adalah, dalam penggunaannya Dapodik dibagi menjadi beberapa bagian, agar dapat lebih mudah terkoordinasi. Beberapa jenis-jenis dapodik itu antaralain sebagai berikut.

1. Dapodik PAUD

Dapodik PAUD merupakan layanan pendataan skala Nasional yang dikhususkan untuk lembaga PAUD/ Pendidikan Anak Usia Dini. Sejak 2021, Dapodik PAUD sudah beralih ke Dapodik Nasional, yang langsung berada dibawah subdomain dari kemdikbud.go.id, yakni dapo.kemdikbud.go.id (sebelumnya: dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id)

2. Dapodik Pendidikan Lanjut

Jenis Dapodik selanjutnya adalah Dapodik lanjut. Istilah ini, bukanlah istilah yang diharapkan. Tetapi, kami menggunakannya sebagai alat penyampaian informasi semata.

Dapodik lanjut maksudnya adalah Apilkasi Dapodik yang digunakan untuk pendidikan yang lebih tinggi (di atas pendidikan PAUD).

Hal ini berlaku pada pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga pada Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk juga pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kesimpulan

Dapodik merupakan aplikasi yang disediakan untuk menerima data dari satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari pengisiannya, akan diteruskan pada data master pendidikan Indonesia.

Dapodik juga merupakan pendataan yang utama. Itu karena melalui hasil input Dapodik, akan diteruskan pada aplikasi (program) lainnya dari pemerintah seperti Verifikasi dan Validasi guru, peserta didik, dan lain sebagainya.

siska_lubis_artikel

Ditulis oleh:

Siska Wulan Dari Lubis, S. Pd

Lulusan Program Pendidikan Bahasa Inggris, dan gemar menulis berbagai informasi tentang pendidikan.

Tinggalkan komentar