Guru

Cara Menjadi Guru Setelah Lulus S1

Sudah lulus kuliah dan ingin menjadi guru? Disini, saya akan menjelaskan kepada anda tentang bagaimana cara menjadi guru setelah lulus S1. Beberapa hal yang akan diulas disini seperti:

  • Persyaratan umum menjadi guru
  • Cara menjadi guru setelah lulus S1
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari kita mulai pembahasan ini.

Persyaratan Umum Menjadi Guru

Sudah tahu tentang profesi Guru? Bila anda berlatar belakang pendidikan Sarjana dengan program studi pendidikan dan keguruan, tentu saja sudah mengenal istilah ini jauh lebih dalam bukan?

Profesi guru memang tergolong profesi yang memiliki jangkauan luas. Itu karena cukup banyak hadir yayasan yang mendirikan sekolah swasta, dan tentunya mereka membutuhkan guru.

Bagi lulusan baru (freshgraduate), tentu saja informasi ini berguna bagi anda. Sebab, disini kita akan mengulas persyaratan umum yang perlu dilengkapi tatkala ingin menjadi seorang guru.

1. Memiliki Ijazah

Ijazah adalah tanda kelulusan bagi seorang karena telah menempuh pendidikan pada tingkatan tertentu. Dalam dunia perguruan tinggi, ijazah diberikan setelah seseorang dinyatakan lulus mengikuti program perkuliahan, dan diberikan hak Gelar tertentu sesuai dengan bidang pendidikannya.

Ijazah adalah syarat umum yang harus anda lengkapi, sebelum memutuskan untuk menjadi guru atau melamar pekerjaan menjadi guru di sekolah. Hal ini bersifat mutlak, dimana anda wajib untuk melampirkannya.

Meski demikian, ijazah terkadang hadir sedikit lebih lama dari jadwal kelulusan seorang sarjana. Namun, setiap orang yang dinyatakan lulus dalam program studi tertentu, biasanya diberikan surat tanda kelulusan (SKTL) dari masing-masing instansi.

Pada lembaga tertentu, keberadaan SKTL biasanya diakui dan dapat dijadikan sebagai pengganti Ijazah. Tentunya di masa mendatang, Ijazah diwajibkan untuk dilampirkan (setelah terbit dari kampus).

Namun disisi lain, terkadang sebagian lembaga tidak mempergunakan SKTL dalam pencalonan guru di lembaga mereka.

2. Memiliki Transkrip Nilai

Transkrip nilai adalah bagian persyaratan umum yang kedua untuk menjadi guru setelah lulus S1. Transkrip senantiasa bersamaan dengan Ijazah. Itu artinya, memiliki Ijazah tentu memiliki Transkrip juga.

Transkrip Nilai adalah lembar jumlah nilai yang berisi angka-angka dari setiap mata kuliah yang diikuti selama menempuh pendidikan strata 1. Oleh karenanya, transkrip nilai adalah bagian yang mutlak harus ada.

3. Memiliki Pengetahuan Bidang

Persyaratan umum lainnya untuk menjadi guru setelah lulus S1 tentu saja memiliki pengetahuan dari bidang yang diminati. Dalam hal ini, tentang profesi keguruan. Tentu saja, pelamar semestinya memahami akan profesi keguruan itu sendiri.

Hal ini berkaitan dengan berbagai hal dalam profesi guru, seperti kompetensi guru, tujuan pendidikan nasional, administrasi guru, dan masih banyak lagi. Oleh karenanya, pastikan anda mempuni dalam bidang keguruan.

Cara Menjadi Guru Setelah Lulus S1

Setelah anda lulus S1, memang terkadang hal yang terpikirkan adalah bagaimana mencari kerja. Oleh karena itu, saya memiliki panduan khusus untuk menjadi guru setelah lulus S1. Mari kita dalami lagi.

1. Siapkan Berkas Lamaran

Apakah berkas lamaran merupakan istilah yang baru bagi anda? Berkas Lamaran adalah bagian wajib yang semestinya disiapkan untuk menjadi guru setelah lulus S1. Bila anda belum membuatnya, maka buat dan ketahui tentang cara membuat surat lamaran dan Curriculum Vitae yang menarik.

Berkas lamaran terdiri dari beberapa bagian file yang diperlukan. Hal ini semestinya bergantung pada kebutuhan lembaga yang anda tuju. Meski demikian, terkadang anda perlu mengambil inisiatif bilamana anda hanya ingin mengantar lamaran pada sekolah tertentu (meski sekolah tidak mengumumkan tentang penerimaan calon guru).

Beberapa file yang semestinya dilampirkan dalam berkas lamaran seperti:

  • Surat lamaran
  • Curriculum Vitae
  • Fotocopy Ijazah Legalisir
  • Transkrip Nilai Legalisir
  • Foto Copy KTP
  • Foto Copy KK
  • Sertifikat pendukung (bila ada).

Beberapa jenis dokumen di atas adalah bagian yang umum digunakan orang-orang saat melamar pekerjaan. Maka dari itu, lengkapi berbagai dokumen di atas, dan masukkan dalam sebuah MAP untuk mengelompokkan dokumen itu. Kini, berkas lamaran anda siap untuk diantar.

2. Antar Lamaran

Ketika anda sudah menentukan target lembaga sekolah yang ingin dituju, maka kini saatnya anda mengantar lamaran disana. Sebelumnya, anda tentunya telah menyiapkan berkas lamaran yang berisi dokumen pendukung tentang pribadi anda.

Mengantar berkas lamaran, akan lebih baik bila pelamar itu sendiri yang datang ke lokasi. Karena, bukan tidak mungkin anda langsung menemui Kepala Sekolah dan langsung mendapatkan tawaran dari sana.

Namun, akan lebih sering diberikan kepada Penjaga Keamanan, lalu kemudian mereka yang meneruskan kepada pihak yang bersangkutan. Poinnya, sebaiknya pelamar sendirilah yang mengantar lamaran ke lembaga sekolah yang dituju.

3. Persiapkan Diri Untuk Interview

Tentunya, tatkala ingin melamar ke suatu tempat dengan posisi tertentu, hal mendasar yang harus dipersiapkan adalah tentang kesiapan diri berdasarkan bidang yang dituju. Bila anda ingin menjadi seorang guru, maka tentunya anda membekali diri terlebih dahulu dengan pemahaman seputar profesi guru.

Banyak hal yang akan diceritakan disini terkait dengan konsep tertentu. Meski demikian, pemahaman umum dan global sudah cukup mempuni untuk hal ini. Sebaiknya, pelajari tentang kompetensi guru, tujuan pendidikan, pemahaman seputar NUPTK, administrasi guru, dan masih banyak lagi.

Kuasai itu, sebagai bekal anda. Bukan hanya tatkala anda dipanggil untuk interview, namun ini juga akan berguna bagi anda di masa mendatang.

4. Persiapkan Kesediaan Waktu

Waktu adalah persoalan yang sangat penting, untuk diketahui oleh Kepala Sekolah tempat dimana anda ingin bekerja. Terkadang, anda diminta kesediaan di waktu tertentu saat interview, saya sering mengalami hal ini dulu.

Sebaiknya, persiapkan kesediaan waktu anda. Di jam mana saja anda yang bersedia. Hal ini dimaksudkan agar lebih memperjelas dengan jadwal mengajar anda nantinya. Selain itu, anda juga akan dapat menyesuaikan dengan jadwal di sekolah, agar tidak terbentur dengan kegiatan di luar sekolah.

Beberapa kali saya melakukan Interview kepada para calon guru ditempat saya bertugas, kebanyakan dari mereka kebingungan tatkala saya menanyakan kesediaan menepati jadwal yang ditentukan. Keadaan ini justru memakan waktu semasa interview, dan saya tidak ingin itu terjadi pada anda.

5. Abaikan Persoalan Gaji

Para pribadi saya sendiri, saya telah diajarkan dan ditanamkan sebuah prinsip oleh orangtua saya, yaitu mengabaikan persoalan Gaji. Ini adalah persoalan prinsip, yang boleh saja anda ikuti, tidak salah bila anda abaikan.

Terkait persoalan gaji, saya biasa mengabaikan persoalan ini. Berapapun tawaran yang ada, saya akan jalankan sesuai dengan kemampuan saya. Meski mempertimbangkan dengan pengeluaran pribadi, lebih dominan untuk mengabaikan gaji yang besar.

Prinsip ini membuat saya merasa lebih dekat dengan pekerjaan, bukan dengan gaji. Saya menjadi lebih rendah hati, dan bersedia untuk melamar di sekolah manapun, yang penting bekerja.

Oleh karena itu, semakin banyak pulalah kesempatan saya untuk melamar pekerjaan. Tentunya, semakin banyak pulalah peluang yang ada.

Reza Noprial Lubis Diklinko

Artikel dari:

Reza Noprial Lubis, M.Pd

Senang menulis tentang Pendidikan Islam.

Tinggalkan komentar