Cara Membangun Hubungan Baik dengan Siswa
[Studi Kasus]


cara-membangun-hubungan-baik-dengan-siswa

Bagi seorang guru, membangun Hubungan baik dengan siswa tentu saja merupakan bagian penting.

Hubungan yang baik, akan membantu dan bernilai positif untuk perkembangan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan.

Ini tentunya dapat meningkatkan belajar mereka.

Lingkungan adalah salah satu bagian yang terpenting untuk seseorang, dalam beraktivitas.

Lingkungan yang baik, tentunya menghasilkan sesuatu yang baik pula bagi dirinya.

Oleh karena itu, hal ini akan berbicara tentang itu.

Beberapa hal yang akan anda ketahui disini yakni:

  • Bagaimana membangun hubungan baik dengan siswa
  • Studi kasus tentang bagaimana cara membangun hubungan baik dengan siswa
  • Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan baik dengan siswa
  • dan masih banyak lagi.

Jadi, mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Teoritis:

Membangun Hubungan Baik dengan Siswa


Sebagai seorang guru, tentunya sangat menginginkan kedekatan atau hubungan baik dengan siswa mereka.

Tentu saja, hal ini sangat dibutuhkan bagi seorang guru agar dapat mempermudah mereka dalam menyampaikan materi ajar.

Dengan demikian, tujuan pembelajaran tentu akan tercapai.

Setiap guru memang menginginkan hal ini.

Tetapi, terkadang tidak sedikit juga dari mereka yang merasa kesulitan untuk membangun kedekatan atau hubungan baik dengan siswanya.

Ini tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada siapapun.

Guru di Sekolah

Guru dimaknai sebagai seorang yang mengajarkan ilmunya kepada manusia lain (siswanya) dalam satu keadaan yang dibuat atau direncanakan.

Guru adalah salah satu bagian dari komponen pendidikan, yang tentunya keberadaannya menjadi ujung tombak dari keberhasilan suatu bangsa.

Guru yang baik, akan memberi peluang akan terciptanya manusia yang baik pula.

Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya.

Bila mana guru itu adalah insan yang belum baik, sudah barang tentu muridnya juga belum baik.

Dalam bagian ini, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan, yaitu bahwa profesi guru sangat dibutuhkan oleh bangsa.

Di Sekolah, guru adalah sosok yang dikenal sebagai orang yang digugu dan ditiru.

Itu adalah bagian dari prinsip yang dilandaskan untuk seorang guru.

Guru di sekolah adalah orang yang mengajarkan materi tertentu, atau pelajaran tertentu.

Ia akan mengajar di depan kelas, memberikan pengetahuan terhadap para siswanya, dan itu akan bermanfaat bagi mereka.

Membangun Hubungan Baik

Banyak hal yang tentunya dapat dijadikan langkah untuk membangun hubungan baik dengan orang banyak.

Tetapi, ini semua tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur untuk diterapkan pada kalangan yang lainnya.

Jika kita melihat sejenak, bahwa dalam lingkungan umum hal ini mungkin saja dapat terjadi.

Sebagai contoh, menjalin hubungan baik antara orang dewasa dengan orang dewasa lainnya tentu saja akan lebih mudah.

Itu karena, pemikiran antar orang dewasa itu tidak jauh berbeda (meski perbedaan itu senantiasa ada).

Tetapi, ini membuatnya jauh lebih mudah.

Mari berpikir lebih kritis.

Bagaimana membangun hubungan baik dengan orang lebih mudah/ anak-anak?

Ini tentunya membutuhkan kemampuan khusus, atau perasaan yang sedikit berbeda.

Membangun kedekatan antara orang dewasa dan orang lebih mudah (usianya) tentu membutuhkan perilaku yang berbeda.

Kita tidak akan dapat menerapkan hal seperti apa yang diterapkan untuk orang dewasa.

Seseorang yang dewasa, tentu lebih memiliki sifat kedewasaan seperti sabar, mengalah, berpikir teratur, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, itu semua tidak akan ditemui untuk anak yang lebih sedikit (usianya).

Tetapi tetap saja, orang dewasa harus memahami tentang bagaimana cara ia mendekatkan diri dengan anak usia yang lebih muda.

Seperti halnya seorang guru dengan siswanya, yang tentunya kedekatan antar mereka sangat dibutuhkan.

Anak-anak terkesan belum mampu untuk mengatasi dirinya sendiri.

Ini seperti mengatasi amarahnya, kekecewaannya, harapannya yang tidak sesuai, kesabarannya, dan lain sebagainya.

Semuanya itu akan jauh lebih terlihat bagi mereka dengan usia yang lebih muda.

Jadi, membangun kedekatan antara orang dewasa dan usia lebih muda tentu saja harus diketahui.

Studi Kasus:

Cara Membangun Hubungan Baik dengan Siswa


Sebelumnya telah menjelaskan tentang membangun hubungan baik dengan siswa.

Pada bagian ini, saya akan memberikan beberapa hal yang dilewati dalam membangun hubungan baik dengan siswa.

Bagian ini akan memberikan indikator yang dapat dijadikan sebagai dasar, untuk meningkatkan hubungan baik antara guru dengan siswa.

Saya telah menguji beberapa hal seperti:

  • Kondisi hubungan baik dengan siswa
  • Apa yang dilakukan untuk membangun hubungan baik dengan siswa

Mari kita lanjutkan.

 

Objek Studi

Sample dalam studi kasus kali ini adalah siswa sebanyak 55 orang, di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Lebih tepatnya, salah satu lembaga pendidikan dengan latar belakang Islam, di Kota Medan.

Tetapi, saya tidak ingin menyebutkan nama lembaga yang ada, demi kebaikan informasi.

Sebaiknya, kita mengambil beberapa hal terpenting saja, dari apa yang saya hasilkan dalam melakukan Studi Kasus.

Metode yang Digunakan

Saya melihat dan memilih dari beberapa pilihan yang ada.

Metode kualitatif adalah langkah yang sesuai dalam analisa ini.

Dengan metode kualitatif, saya akan menjalankan berbagai teknis diantaranya seperti wawancara dan studi dokumen.

Untuk menemukan sebuah hasil, metode kualitatif adalah tepat untuk menyelesaikan persoalan ini.

Pendekatan Personal

Kedekatan personal maksudnya adalah perilaku pendekatan yang dilakukan dalam aspek pribadi.

Untuk anak usia dini, bagian ini sangatlah memiliki pengaruh.

Saya melakukan wawancara dengan guru di lingkungan sekolah, yang membuat kesimpulan bahwa kedekatan personal dapat meningkatkan hubungan baik guru dengan siswa.

Sejumlah 5 orang guru, mengatakan bahwa kedekatan personal adalah langkah tepat untuk membangun itu.

Beberapa langkah dalam bagian ini seperti menanyakan kabar mereka secara pribadi.

Saya melihat guru melakukan itu terhadap setiap siswa mereka, dalam waktu yang terpisah untuk masing-masing anak.

Dalam waktu yang sama, saya mencoba bertanya mengenai keadaan ini kepada siswa mereka.

Sebanyak 90% dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 55 orang, merasa bahwa itu berguna.

pendekatan-personal-guru-siswa

 

Saya menemukan satu poin disini.

Yaitu bahwa siswa akan merasa lebih senang bila guru menanyakan sesuatu kepada mereka dengan jalur pribadi (satu per satu).

Respect Terhadap yang Dialami Siswa

Suatu ketika, saya melihat guru begitu respect terhadap hal yang terjadi pada siswa mereka.

Saya melontarkan beberapa hal yang perlu untuk wawancara kepada 5 orang guru yang ada.

Keseluruhan guru menganggap bahwa ini bagian yang benar-benar penting.

Sepakat bahwa mengabaikan hal yang dialami siswa adalah kekeliruan.

Mendengar dan memberikan nasihat kepada siswa akan jauh lebih bermakna.

Tetapi, mengulas bagian ini terlalu jauh mungkin sedikit terhalang.

Saya mencoba untuk mencari tahu tentang hal itu dari para siswa mereka.

Namun sayangnya, karena peserta didik dalam studi ini didominasi usia yang lebih dini, saya tidak mendapatkan data pasti tentang keadaan ini.

Oleh karena itu, ulasan dari guru adalah opsi untuk membentuk sebuah kesimpulan, bahwa bagian ini adalah penting untuk diketahui.

Beritahu saya:

Bagaimana Hubungan Anda dengan Siswa?


Bagaimana hubungan anda dengan siswa di lokasi dimana anda mengajar?

Apakah anda dapat membangun hubungan baik dengan siswa tanpa hambatan?

Atau justru beberapa pembahasan dalam bagian ini tidak berlaku pada anda?

Beritahu saya tentang keadaan tempat dimana anda bekerja.

Bila menemukan masalah dengannya, sampaikan melalui kolom komentar.

Semoga informasi ini berarti.

Tinggalkan komentar