Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian belajar memang kerap sekali kita dengar, terutama dari perseorangan. Namun, untuk menguatkan akan suatu pendapat, tentu kita perlu melihat tentang pengertian belajar menurut para ahli.

Oleh sebab itu pada bagian ini akan dijelaskan tentang pengertian belajar menurut para ahli.

Nuzairina mengatakan bahwa tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan hasil belajar.

Perubahan yang disebabkan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan bukan merupakan akibat belajar.

Seperti pertumbuhan jasmani (tinggi badan) bukan merupakan hasil dari belajar. Perubahan pada aspek psikis relative sulit diidentifikasi, karena yang Nampak hanya tingkah laku.

Perwujudan tingkah laku itu meliputi perkembangan perceptual (pengamatan ruang dan situasi), perkembangan penguasaan motorik, perkembangan penguasaan pola-pola keretampilan mental fisik (kecerdasan, ketangkasan, kecermatan), maupun perkembangan pengetahuan, bahasa dan berpikir.1

Djamara dan Aswan2 mengatakan bahwa belajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman.

Para ahli menekankan pengalaman dan latihan sebagai kegiatan mediasi bagi kegiatan belajar.

Woolfolk dalam Baharuddin dan Wahyuni juga mengatakan bahwa Learning occurs when experience causes a reality permanent change in an individual knowledge or behavior.

Sejalan dengan itu, Slameto3 mengatakan bahwa belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalam semua hal, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun dalam hal bidang keterampilan atau kecakapan.

Belajar adalah proses usaha yang dilakukan individ untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Menurut Slameto4, belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Hal senada juga dijelaskan oleh Winkel5 (1996) yang mengatakan bahwa belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan meliputi hal-hal yang bersifat internal seperti pemahaman dan sikap, serta mencakup hal-hal yang bersifat eksternal seperti keterampilan motorik dan berbicara dalam bahasa asing.

Demikian pula halnya Jaya6 (2014) yang mengatakan bahwa belajar adalah suatu tahapan perubahan tingkah laku individu yang dinamis sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan unsur kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses dimana kemampuan sikap, pengetahuan dan konsep dapat dipahami, diterapkan dan digunakan untuk dikembangkan dan diperluas.

Keberhasilan belajar akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi, senang, serta termotivasi untuk belajar lagi, karena belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan dan cita-cita.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapatlah dipahami bahwa pengertian belajar itu adalah suatu proses perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Dari sini, dapatlah dilihat bahwa dalam suatu kegiatan belajar itu tentunya ada seorang guru, dan ada pula muridnya.


Daftar Bacaan
1Nurzairina. 2014. Psikologi Belajar. Medan: IAIN SU. h. 44
2Slameto, 1988, Belajar, Jakarta: Bima Aksara. h. 2.
3Slameto. 2010. Belajar & Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta, h. 2.
4Winkel. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo. h. 55.
5Djamara, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
6Farida Jaya. 2014. Diktat. Perencanaan Pembelajaran. Medan: Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara. h. 3.

Tinggalkan komentar