Pengembangan Kurikulum Pendidikan

pengembangan kurikulum pendidikan

Pengembangan Kurikulum Pendidikan – Pengembangan itu memanglah senantiasa dilakukan terhadap hal apapaun, terlebih pada kurikulum pendidikan. Berbagai upaya yang dilakukan untuk pengembangan kurikulum pendidikan di Indonesia agar menjadi yang lebih baik lagi. Tentunya, pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan manusia seperti apa yang dicita-citakan bangsa. Pengembangan kurikulum pendidikan itu tidak serta merta dilakukan tanpa adanya program yang terstruktur, yaitu mulai dari pemahaman akan konsep dasar mengenai kurikulum pendidikan itu sendiri. Ada baiknya, kita akan bahas terlebih dahulu tentang pengertian kurikulum.

Pengertian Kurikulum Pendidikan

Istilah kurikulum berasal dari kata Currir (Pelari) dan Curere (tempat berpacu), dan pada awalnya digunakan dalam dunia olahraga. Pada saat itu kurikulum diartikan sebagai jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medal/ penghargaan. Kemudian, pengertian tersebut diterapkan dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran (subjek)  yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal sampai akhir program pelajaran untuk memperoleh penghargaan dalam bentuk ijazah.
Berdasarkan pengertian diatas, dalam kurikulum terkandung dua hal pokok yaitu: (1) Adanya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa, dan (2) tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh ijazah (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, tt: 2).
Menurup Harold B. Alberty memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggung jawab sekolah (all of the activities that are provided for the student by the school) (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, tt: 2).
Sedangkan Said Hamid Hasan Mengemukakan bahwa pada saat sekarang istilah kurikulum memiliki empat dimensi pengertian, dimana satu dimensi dengan dimensi lainnya saling berhubungan. Keempat dimensi kurikulm tersebut yaitu: (1) kurikulum sebagai suatu ide/gagasan; (2) kurikulum sebagai suatu rencana tertulis yang sebenarnya merupakan perwujudan dari kurikulm sebagai suatu ide; (3) kurikulu sebagai suatu kegiatan yang sering pula disebut dengan istilah kurikulum sebagai suatu realita atau implementasi kurikulum. Secara teoritis, dimensi kurikulum ini adalah pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis; (4) kurikulum sebgai suatu hasil yang merupaka konsekuensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan (Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran, tt: 2).

Komponen Kurikulum Pendidikan

komponen kurikulum pendidikan

Fungsi kurikulum dalam proses pendidikan adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka hal ini berarti bahwa sebagai alat pendidikan kurikulum memiliki bagian-bagian penting dan penunjang yang dapat mendukung operasinya secara baik. Bagian-bagian ini disebut komponen. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan, berinteraksi dalam rangka dukungannya untuk mencapai tujuan itu.
Kurikulum adalah sebuah sistem. Sedangkan sistem adalah suatu kesatuan sejumlah elemen (objek, manusia, kegiatan, informasi, dan sebagainya) yang terkait dalam proses atau struktur dan dianggap berfungsi sebagai satu kesatuan organisasi dalam mencapai satu tujuan. Jika pemahaman sistem diatas dipergunakan melihat kurikulum itu ada sejumlah komponen yang terkait dan berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, dipandang sistem terhadap kurikulum, artinya kurikulum itu dipandang memiliki sejumlah komponen-komponen yang saling berhubungan, sebagai kesatuan yang bulat untuk mencapai tujuan (Hamid  Syarif, 1993: 96). 
Menurut Tabrani Rusyan komponen kurikulum terdiri dari 3 komponen yaitu: (1) Komponen Tujuan, (2) Komponen Struktur Program, (3) Komponen Strategi Pelasanaan (Tabrani Rusyan, TT: 4-7).

Menurut S. Nasution komponen Kurikulum yaitu (1) Tujuan pelajaran, umum dan spesifik, (2) Bahan pelajaran yang tersusun sistematis, (3) Strategi belajar-mengajar serta kegiatan-kegiatannya, (4) Sistem Evaluasi untuk mengetahui hingga mana tujuan tercapai (S. Nasution, 1989: 5).

Lain halnya dengan Ralph W. Tyler sebagaimana dikutip S. Nasution, mengajukan 4 pertanyaan pokok, yakni: (1) Tujuan apa yang harus dicapai sekolah?; (2) Bagaimanakah memilih bahan pelajaran guna mencapai tujuan itu ?; (3) Bagaimanakah bahan disajikan agar efektif diajarkan?; (4) Bagaimanakah efektivitas belajar dapat dinilai? (S. Nasution, 1994: 17).

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa komponen pengembangan kurikulum terdiri dari 4 komponen, yaitu:
  1. Komponen Tujuan.
  2. Komponen Struktur Program dan Materi.
  3. Komponen Strategi.
  4. Komponen Evaluasi.

Dengan memahami akan hal di atas, mulai dari konsep kurikulum itu sendiri, lalu kemudian komponen kurikulum itu sendiri, barulah kita dapat melanjut kepada melakukan pengembangan terhadap kurikulum pendidikan itu sendiri.

Mengembangkan Kurikulum Pendidikan

mengembangkan kurikulum pendidikan

Upaya yang dilakukan dalam menciptakan kurikulum yang baik dan bagus tentu dilakukan secara terus menerus oleh para pakar. Namun, perlu untuk diketahui tentang apa yang dilakukan dalam upaya pengembangan kurikulum pendidikan tersebut. Setelah kita memahami akan hal di atas, mulai dari pengertian kurikulum dan komponen kurikulum, maka terlihatlah bahwa hal apa yang perlu dilakukan dalam upaya pengembangan kurikulum pendidikan itu sendiri.
Seperti yang disimpulkan di atas, bahwa kurikulum itu memiliki empat komponen, yaitu komponen tujuan, struktur program, strategi, dan komponen evaluasi. Bila dikatakan komponen, maka bagian yang empat tadi merupakan bagian yang harusnya ada pada kurikulum. Bilamana keempat komponen itu ada, maka dapatlah dikatakan suatu kurikulum. Lantas, untuk melakukan pengembangan terhadap kurikulum itu sendiri, maka hal yang dilakukan adalah memodifikasi keempat komponen-komponennya yang telah disebutkan tadi. Dengan melakukan modifikasi melalui evaluasi, maka tentulah pengembangan itu akan terjadi.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa pengembangan kurikulum pendidikan itu terletak pada pengembangan dari keempat komponen kurikulum itu sendiri, yakni komponen strategi, struktur, tujuan, dan evaluasi. Dengan mengembangkan komponennya, maka tentulah dapat dikatakan pengembangan kurikulum. Untuk hal ini, tentunya dihasilkan dari kreatifitas masing-masing pengembang, dan tentunya tidak dapat dilakukan hanya seorang diri. Namun yang menjadi catatan penting adalah bahwa jangan sampai mengembangkan kurikulum dengan melupakan tujuan dari kurikulum itu sendiri, atau bahkan melupakan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Tetaplah memandang dari tujuan pendidikan dalam upaya pengembangan kurikulum pendidikan yang dilakukan.

Daftar Bacaan

Nasution, S. Asas-Asas Kurikulum. (Jakarta: Bumi Aksara, 1994).
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. TT. Kurikulum dan Pembelajaran. (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada).
Rusyan, Tabrani. TT. Strategi Penerapan Kurikulum di Sekolah.(Jakarta: Bina Mulia).
Syarif, Hamid. 1993. Pengembangan kurikulum. (Pasuruan: Garoeda Buana Indah).

Tinggalkan komentar