Pembelajaran Daring Untuk Pendidikan Agama Islam


pembelajaran-daringPembelajaran Daring Untuk Pendidikan Agama Islam memang banyak mengundang tanya.

Terlebih lagi bila belakangan ini keadaan yang memaksa untuk pembelajaran ini diberikan dari rumah.

Tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru, tentang bagaimana metode pembelajaran yang diajarkan, atau apa media mendukung itu, dan lain sebagainya.

Konsep Pembelajaran Daring/ E-Learning


konsep-pembelajaran-daringPembelajaran daring maksudnya sama saja dengan E-Learning.

Ini karena Daring merupakan singkatan dari Dalam Jarinyan, dan E-Learning juga mengedepankan jaringan.

E-Learning ini sudah sejak lama muncul.

Tetapi, keberadaannya baru terasa belakangan ini.

Terlebih lagi saat Pandemi Covid-19 yang mengharuskan sebagian atau keseluruhan kegiatan belajar mengajar, dilakukan di rumah.

Jadi, keadaan ini membuat pembelajaran dengan cara Daring ini, begitu mencuat namanya.

Mari kita ulas lebih dalam tentang pembelajaran daring.

 

Apa Itu E-Learing

Pembahasan ini tentunya sangat mudah dipahami.

Itu karena melalui istilahnya saja, anda sudah cukup memahaminya bukan?

E-Learning dapat bermakna Pembelajaran Elektronik.

Jadi, ini tidak semata-mata membuat pertemuan antara guru dan siswa dalam satu tempat tertentu, melainkan ini dilakukan dengan jarak.

Beberapa ahli tentang ini juga mengungkap defenisi yang hampir serupa, seperti:

pengertian-e-learning-menurut-michael

Michael menjelaskan bahwa pembelajaran Elektronik (E-Learning) dibangun dan disusun dengan mengunakan sistem elektronik.

Hampir serupa dengan apa yang dikatakan oleh Chandrawati, yang mengungkap bahwa pembelajaran elektronik dibangun dengan proses pembelajaran jarak jauh dengan menggabungkan prinsip pembelajaran dengan teknologi.

pengertian-e-learning-menurut-chandrawati

Jadi, e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran jarak jauh dengan teknologi tanpa menghilangkan prinsip-prinsip pembelajaran.

Sejarah Perjalanan E-Learning

E-Learning yang berarti Pembelajaran Elektroning dikembangkan pertama kali oleh Universitas Illinois di Urbana-Champaign.

Sejak itulah mulai muncul dan berkembang mengenai ini, diantaranya seperti:

  1. Tahun 1990 Era CBT (Computer-Based-Training) yang membuat pembelajaran dalam bentuk CD-Room dengan berbagai isi materi seperti Video, Audio, dalam bentuk format file MOV, MPEG, dan lain sebagainya.
  2. Tahun 1994 Keadaan ini diterima oleh masyarakat, sehingga memunculkannya dalam bentuk paket, dan lain sebagainya.
  3. 1997 LMS (Learning Management System). LMS merupakan sebuah program internet yang dibentuk untuk membelajarakan orang lain melalui koneksi Internet.
  4. Tahun 1999, terus dikembangkan E-Learning berbasis web secara total.

Perjalanan panjang itu membuat sebuah anggapan bahwa E-Learning bukan baru saja dimulai, tetapi sudah cukup menikmati perjalanan panjang.

Tercatat hingga tahun 2020, E-Learning sudah berkiprah selama 30 tahun lamanya.

Itu semua bukan sesuatu yang sia-sia.

Bahkan belakangan ini, sistem E-Learning ini sudah mulai ramai digunakan untuk khalayak Online.

Termasuk saya sendiri, menyediakan layanan E-Learning yang saya bangun dengan pihak ke-3, di halaman website saya (bukan promosi).

Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Sepanjang perjalanan, E-Learning membuat sesuatu perubahan baru yang lebih fleksibel bagi para peserta belajarnya.

Ini sesungguhnya membuat pembelajaran terkesan jauh lebih menghebat waktu.

Tetapi, keadaan itu juga membuat opini baru tentang pembelajaran ini.

Ada beberapa titik yang mengharuskan orang-orang tidak berencana untuk mengikutinya.

Kelebihan E-Learning memang begitu terasa.

Beberapa kelebihannya seperti berikut:

  1. Pembelajaran tanpa batasan ruang tertentu. Itu karena pembelajaran ini tidak dibuat dalam suatu tempat/ruang tertentu.
  2. Menghemat waktu, karena pembelajaran sudah disediakan sebelum waktu pembelajaran dimulai.
  3. Lebih mudah mengontrol persoalan waktu.
  4. Bisa belajar dimana saja.
  5. dan lain sebagainya.

Melihat beberapa penjelasan tentang ini, maka dirasa pembelajaran E-Learning ini dapat membuat suasana belajar baru.

Terutama bagi pembelajaran untuk orang dewasa, yang tentunya ini menjadi sesuatu yang menarik bukan?

Orang-orang akan belajar dari mana saja. Baik itu dari kamar tidurnya, ruang tamunya, bahkan di luar rumah sekalipun.

Tetapi, perlu kita telusuri tentang kelemahan dari pembelajaran daring/ E-Learning ini.

Alasan kebanyakan orang, adalah:

  1. Pengguna memerlukan Data/ Byte untuk dapat mengakses pembelajaran.
  2. Kehilangan satu media pembelajaran, yaitu Guru.
  3. Tidak dapat berinteraksi secara langsung (opsional).

 Kekurangan yang ada itu, sejatinya adalah alasan kebanyakan orang.

Terlebih lagi bila pembelajaran dengan kompetensi yang berkaitan dengan Akhlak, bagaimana mungkin pembelajaran semacam ini dapat dilakukan untuk membelajarkan mereka?

Tentu itu membutuhkan tehnik khusus, tetapi sayangnya saya tidak terfokus dengan itu disini.

Menerapkan Pembelajaran Daring Untuk Pendidikan Agama Islam


checkBagaimana cara menerapkan pembelajaran daring untuk pendidikan agama Islam?

Pembahasan ini nampaknya begitu luas.

Tatapi, saya mencoba untuk menjabarkan beberapa hal yang dirasa perlu.

Disini anda akan mengetahui tentang:

  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan
  2. Cara/ Metode pembelajaran untuk Pelajaran Pendidikan Agama Islam
  3. Berbagai halangan dan rintangan,
  4. Persiapan yang diperlukan,
  5. dan lain sebagainya.

Mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

Banyak hal terkait tentang pembelajaran E-Learning ini yang harus anda perhatikan sebelum memutuskan untuk menggunakannya sebagai pembelajaran anda.

Perhatikan hal ini agar pembelajaran daring anda berjalan efektif.

  1. Koneksi/ Kuota Internet
  2. Laptop/ Komputer
  3. Video/ Audio pembelajaran
  4. Durasi

Beberapa hal itu mempengaruhi kualitas dari pembelajaran daring yang ada.

Anda harus terkoneksi dengan internet, agar dapat melakukan pembelajaran daring ini.

Umumnya, orang-orang akan melakukan Upload pada Server yang disediakan, dan dipublikasikan dalam waktu tertentu.

Seperti misalnya anda menggunakan layanan Google Classroom yang gratis.

Tentunya anda harus memiliki koneksi internet untuk terhubung ke server, melakukan upload pembelajaran.

Laptop/ Komputer adalah bagian inti dari kegiatan ini.

Saya pernah mencoba untuk memberikan materi pelajaran menggunakan Smartphone, dan itu membutuhkan waktu yang panjang.

Itu berbeda jauh dengan ketika saya menggunakan Laptop/ Komputer.

Oleh karena itu, bagian ini seharusnya anda terapkan.

Begitu pula hal nya dengan video pembelajaran yang akan disajikan.

Anda harus mempersiapkannya jauh sebelum jadwal pelajaran itu tiba.

Ini akan memberikan nilai positif.

Persiapan yang Diperlukan

Bagian ini dinilai penting sebelum anda terjun langsung membelajarkan siswa dengan E-Learning.

Anda membutuhkan persiapan yang matang bukan?

Sebagai referensi, mungkin dapat melihat beberapa persiapan berikut.

1. Koneksi Internet

Internet memegang peranan kunci dalam kegiatan ini.

Anda harus mempersiapkannya sebelum pembelajaran dimulai.

Anda juga sebaiknya memastikan untuk koneksi siswa.

Sebab bila itu tidak terkoneksi, bagaimana dengan pembelajaran anda?

2. Materi Pembelajaran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa materi pembelajaran juga termasuk bagian inti dari kegiatan ini.

Anda harus menyiapkannya jauh sebelum pembelajaran dimulai.

Sebaiknya gunakan video, dengan durasi yang tidak terlalu panjang.

Mengapa Video?

Ini karena pembelajaran dengan Video jauh lebih kompleks.

Orang-orang dapat merasakan interaksi disana, karena gaya dan audio yang ada.

Sebagai pertimbangan, mungkin anda dapat menggunakan “White Board” dalam setiap video yang disajikan untuk menjelaskan materi anda.

Bila ingin lebih modern, anda mungkin dapat mencoba dengan menggunakan “Google Jamboard” sebagai papan tulis digital.

Jadi, perhatikan bagian ini.

Metode Pembelajaran Daring Untuk Pendidikan Agama Islam

Hampir sama dengan mata pelajaran lainnya, yang perlu dilakukan guru hanyalah melakukan upload materi mereka dalam server yang disediakan.

Itu adalah kegiatan yang sangat umum.

Tetapi secara lebih spesifik, bahwa mata pelajaran pendidikan agama Islam memanglah sedikit berbeda dengan pelajaran lainnya.

Itu karena pada pembelajaran ini lebih menekankan pada aspek moral.

Oleh karenanya, pembelajaran ini akan lebih menekankan pada aspek moral.

Sebenarnya sama saja, antara tatap muka langsung dengan pembelajaran daring ini.

Hanya saja, materi yang disajikan seharusnya lebih komunikatif.

Guru dapat membuat sebuah video pembelajaran dengan “Double Screen“, yang satu untuk materi pelajaran dan yang satunya lagi untuk wajah guru.

Jadi, ini lebih komunikatif dengan siswa.

Ini juga dapat dilengkapi dengan variasi kuis, yang dibuat dengan rentan waktu tertentu agar lebih menarik.

Banyak tempat untuk melakukan ini, seperti Google Class room dengan layanan kuis onlinenya.

Lakukan Perubahan

kepribadianLakukan perubahan untuk pembelajaran daring untuk pendidikan agama Islam yang anda jalanakn.

Perhatikan beberapa hal yang terkait tentangnya, dan buat segalanya berarti.

Beritahu saya tentang apa yang terjadi di tempat anda mengajar, dan tuliskan itu dalam kolom komentar.

Punya solusi lain? Saya menunggu saran anda di kolom komentar.

Saya akan membalasnya secepat mungkin.

Tinggalkan komentar