Menjadi Guru yang Berkarakter


pidatoBanyak orang yang mencari tahu tentang bagaimana menjadi guru yang berkarakter.

Hal ini sangatlah baik bila itu mampu diterapkan pada setiap guru.

Guru seharusnya memiliki karakter khusus dalam dirinya.

Itu karena guru itu sejatinya memegang peranan penting bagi keberlangsungan pendidikan di lembaga sekolah.

Misalnya, seorang guru agama Islam, atau guru Kesenian, Olahraga, dan lain sebagainya.

Bagian 1

Karakter Bagi Seorang Guru


Perlukah karakter bagi seorang guru?

Pertanyaan ini sangat sederhana, tetapi memandang aspek penting bagi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Apa yang akan terjadi bila seorang guru mengabaikan karakter yang seharusnya dimilikinya?

Apakah ia akan mendapatkan penghormatan dari masing-masing siswanya?

Atau justru akan mendapatkan celaan dari setiap siswa yang ia ajari.

Pentingnya Karakter Bagi Seorang Guru

Apakah karakter itu penting bagi seorang guru?

Bahkan bukan hanya seorang guru, sejatinya setiap orang memiliki karakter khusus untuk dikenali.

Ini menjadi sesuatu yang penting bagi seorang guru.

Sebab, sejatinya guru itu adalah seorang yang digugu dan ditiru.

Karakter perlu dikembangkan oleh seorang guru, agar dapat menjadi suri tauladan yang baik bagi para peserta didiknya.

Jadi, peran karakter dalam diri seorang guru merupakan bagian penting yang sepatutnya dikembangkan setiap saat.

Guru harus mengetahui karakter yang seharusnya ada pada dirinya.

Ini akan jauh lebih berarti bila itu disesuaikan dengan bidang yang ditekuninya.

Sebagai contoh seorang guru Agama Islam, seharusnya memiliki karakter yang bernuansa Islami seperti mengenakan pakaian Islam, bertutur kata yang sopan, dan lain sebagainya.

Ini akan menjadi nilai positif dan ditiru oleh para peserta didiknya.

Jadi, karakter bagi seorang guru itu sangatlah penting.

Akibat Mengabaikan Karakter Diri

Kiranya perlu diketahui juga tentang apa akibat yang akan didapatkan bila seorang guru tidak atau mengabaikan fungsi karakter dalam dirinya.

Agar pemahaman ini lebih sempurna, mungkin dapat dikaitkan dengan contoh peristiwa sebagai berikut.

Seorang guru Agama Islam, mengabaikan karakter Islami yang seharusnya melekat dalam dirinya, terlebih itu dalam lingkungan sekolah.

Oleh karena itu, para peserta didik juga tidak akan menghormatinya sebagai seorang guru Agama Islam.

Penghormatan dalam dirinya spontan akan berkurang, bahkan tidak ada lagi.

Contoh keadaan di atas menggambarkan bahwa pengabaian untuk karakter yang harus dimiliki seorang guru dapat berakibat fatal.

Meski penjabaran ini merupakan contoh sekilas, tetapi itu dapat dijadikan sebagai acuan yang menggambarkan pentingnya memainkan karakter dalam perannya sebagai guru.

Jika seorang guru justru mengabaikannya, penghormatan akan tidak akan didapatkan.

Hasilnya adalah peserta didik akan mengabaikan sang guru, dan guru tidak lagi diistilahkan sebagai orang yang digugu dan ditiru.

Bagian 2

Cara Menjadi Guru yang Berkarakter


teleponMenjadi guru yang berkarakter bukanlah sesuatu yang mudah.

Karakter itu tidak dibangun berdasarkan pemikiran semata, melainkan dari kebiasaan dan dari dalam diri (hati).

Bila itu sesuatu yang terpaksa, maka jangan harap itu akan menjadi kebiasaan dalam diri.

Sebaiknya pertimbangkan berbagai cara ini, untuk dapat mengembangkan karakter diri seorang guru.

Niat yang Kuat

Niat adalah bagian pertama dari cara menjadi guru yang berkarakter.

Tidak ada sesuatu yang berhasil bila tidak disertai dengan niat yang kuat.

Apapun bentuk kegiatan yang dilakukan, seharusnya mengedepankan niat terlebih dahulu, agar tujuan itu dapat terfokus.

Kebanyakan orang hanya berpikir tentang hasil semata, tanpa diniatkan dengan baik.

Sehingga hasil yang akan didapatkan hanyalah sebatas saja.

Niat adalah pondasi awal untuk mencapai tujuan tertentu.

Jika menginginkan membangun atau mengembangkan karakter diri bagi seorang guru, maka terlebih dahulu tanamkan niat dalam diri, agar terus berusaha memperbaiki diri demi terciptanya kualitas pribadi yang baik.

Kenali Jati Diri

Banyak orang yang bekerja untuk sebuah profesi tertentu, tetapi sebagian dari mereka tidak mengenali jati diri mereka.

Terkadang, mereka bekerja hanya karena sesuatu yang lain, dan tidak sesuai dengan jati diri mereka.

Jati diri, dianggapkan sebagai kesenangan yang membuat kemampuan untuk bidang tertentu.

Seseorang akan memberikan hasil yang terbaik, bila itu bersesuaian dengan jati dirinya sendiri.

Anggaplah ada seseorang dengan jati diri sebagai pendakwah.

Lalu ia mengajarkan bidang studi pendidikan Agama Islam (PAI).

Maka ini sesuai dengan jati dirinya.

Ia akan mengenalkan lebih dalam lagi tentang pendidikan agama Islam itu sendiri kepada para peserta didiknya.

Dengan demikian, pembelajaran pun akan bebas terarah, tanpa terbatas ruang dan kelas.

Ini sangatlah memberi modifikasi terhadap dunia pendidikan dan alam pikir para peserta didik.

Beginilah seharusnya sesuatu yang perlu dikembangkan oleh guru-guru.

Rajin Beribadah

Memperbaiki ibadah diyakini dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Ini juga berdampak pada pengembangan karakter diri.

Seseorang dengan kegiatan ibadah yang kuat, akan dinilai positif bagi peserta didik mereka.

Pernahkah kita mendengar istilah semacam:

Bapak Itu rajin sekali Sholat Zuhur ya..?

Apakah itu bukan sebuah karakter yang dikenal oleh para peserta didik?

Ini sangat mengandung nilai positif yang lebih luas.

Tidak hanya guru tersebut, siapapun yang berada di lingkungan sekolah akan mengikuti jejak baik dari sang guru tersebut.

Oleh karena itu, jangan sesekali mengabaikan hal ini.

Mengontrol Amarah

Apakah amarah dapat menyelesaikan masalah?

Bila itu benar bisa menyelesaikan masalah, maka marah bukanlah sesuatu yang dilarang/ tidak terpuji.

Memang pada dasarnya manusia memiliki jiwa untuk marah bila sesuatu itu tidak sesuai dengan kebenaran yang dipikirkannya.

Tetapi, hal yang paling dapat dilakukan disini adalah mengontrol amarah.

Tidak jarang seorang guru marah kepada siswa mereka di kelas.

Bisa jadi karena siswa tidak menyelesaikan tugas, atau karena hal lain.

Tetapi, disinilah letak perlunya pribadi yang baik dari seorang guru.

Marah tidak selamanya harus keras.

Sebaiknya, pertimbangkan untuk mengontrol amarah yang ada.

Ini akan menimbulkan citra baik bagi diri seorang guru.

Siswa itu bukanlah orang yang akan berubah bila ia mendapatkan marah dari sang guru.

Melainkan, haruslah diluruskan, dan bukan berarti dimarahi.

Oleh karenanya, bijaksanalah dalam mengambil keputusan ini.

Tutur Kata yang Terpuji

Tutur kata juga menjadi perhatian bagi lawan bicara.

Ini termasuk bagi guru saat mengajar peserta didik mereka di dalam kelas.

Bertutur kata yang baik dan sopan akan membuat karakter tersendiri bagi seorang guru.

Sebaiknya, jadilah guru yang memperhatikan tata bicara yang sopan.

Ini termasuk pada bicara dengan siswa, warga sekolah, teman sejawad, dan lain sebagainya.

Konsisten Dalam Pekerjaan

Konsisten dalam pekerjaan adalah bagian selanjutnya dari menjadi guru yang berkarakter.

Terkadang sering terlihat bersama bahwa ada sebagian guru yang tergolong tidak konsisten dalam pekerjaannya.

Dalam hal pemberian tugas misalnya.

Seorang guru terkadang mengabaikan siswanya, setelah memberi tugas.

Bahkan terkadang jadwal penyelesaian tugas juga tidak dipantau/ diabaikan.

Ini akan menjadi catatan khusus bagi para siswanya.

Bisa jadi, para siswa menjadi sepele karena type guru yang demikian itu.

Alhasil, siswa juga akan mengabaikan setia tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Disini juga perlu penekanan terhadap sanksi atau hukuman yang diberikan kepada siswa.

Harusnya guru itu terlihat konsisten dengan perkataan dan perbuataannya.

Disatu sisi, bagian ini memang bagian yang tidak mudah.

Tetapi tidak ada yang salah bila terus berupaya merubahnya ke arah yang lebih baik.

Ini semua demi tercapainya proses belajar mengajar yang baik.

Ceritakan Caramu

Saya menunggu anda untuk menceritakan berbagai cara yang anda gunakan untuk menjadi guru yang berkarakter.

Silahkan tuangkan berbagai tips itu, ke dalam kolom komentar yang telah disediakan.

Kita akan berdiskusi singkat disana.

Saya juga berharap, ada tambahan lain dari tulisan ini untuk penambahan tips cara menjadi guru yang berkarakter.

Semoga informasi ini berarti.

2 pemikiran pada “Menjadi Guru yang Berkarakter”

Tinggalkan komentar