Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah biasa disingkat sebagai LBM. Latar belakang masalah itu bermakna alur dari penelitian kamu sehingga penelitian kamu itu benar-benar dianjurkan untuk diteliti. Sehingga, dengan latar belakang masalah yang baik dan terukur, maka akan timbul manfaat penelitian yang kamu lakukan. Dengan demikian, maka penelitian kamu akan dianjurkan untuk diteliti.

Pengertian Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah, seperti yang sering dijumpai pada awal pembahasan suatu penelitian merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Bagaimana mungkin tanpa adanya latar belakang masalah, dilakukan suatu penelitian? Tentu itu hanya omongan kosong belaka.

Latar Belakang Masalah dalam suatu penelitian bermakna layaknya hal yang dijadikan sebagai inti dari pembahasan penelitian secara menyeluruh. Dengan kata lain, inti dari suatu penelitian itu adalah masalah, yang diteliti adalah masalah, yang dibahas adalah masalah, yang diberikan masukan adalah masalah itu sendiri. Jadi, hal yang paling mendasar dalam suatu penelitian adalah bagian ini, yaitu menentukan masalah terlebih dahulu. Mengenai bagaimana cara menentukan masalah, kamu dapat melihatnya disini.

Cara Menemukan Masalah

Menemukan masalah, bukanlah perkara yang mudah. Perlu ketelitian khusus untuk menangangi hal ini. Masalah memang pada dasarnya ada saja, dan kerap sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bukan itu yang menjadi patokan dalam melaksanakan suatu penelitian. Masalah yang dimaksudkan itu tentu adalah suatu masalah yang dirasa terukur atau bisa diselesaikan. Bila ia terukur, maka tentu ia dapat dicarikan sebuah solusi, ataupun masalah itu bisa dijelaskan secara lebih detail.

Untuk menemukan dan menentukan suatu masalah yang akan kita teliti, tentu kita harus paham dulu tentang teori yang ada, atau konsepsi yang ada agar nantinya inti dari masalah itu dapat kita perbandingkan dengan teori yang ada. Simak tips-nya disini.

Cara menemukan masalah, dapat dirumuskan dalam beberapa poin dibawah ini:

  • Datang langsung ke lokasi target observasi untuk menemukan masalah.
  • Pahami konsepsi atau teori yang ada tentang pokok pembahasan yang ingin di bahas.
  • Temui kasus tertentu yang berkaitan dengan topik pembahasan anda, lalu kemudian sesuaikan dengan konsepsi atau teori yang ada.
  • Bila ditemui penerapan yang tidak sesuai dengan konsepsi atau teori yang ada, maka disitulah letak ia dikatakan masalah dan dapat diangkat menjadi suatu Latar Belakang Masalah.
  • Selesai dan masalah ditemukan.

Langkah di atas, merupakan hal yang umum dilakukan orang. Para peneliti, biasa dalam melakukan hal itu. Tentu, sebelum terjun ke lapangan langsung, kita sebagai peneliti disini tentu harus memahami akan konsepsi atau teori yang ada. Ini dimaksudkan agar nantinya, bilamana ditemui kegiatan atau praktik lapangan yang tidak sesuai dengan apa yang dituliskan di teori yang kita ketahui, maka tentulah itu merupakan suatu masalah

Contoh Kasus
Suatu teori A mencetuskan bahwa pembelajaran saintifik itu sejatinya memiliki 5 tahapan yang biasa disebut dengan 5 M, yaitu mengamati, menanya, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Namun pada pelaksanaannya, guru di sekolah C tidak melakukan tahapan yang dilakukan teori A itu. Tentu ini merupakan suatu masalah.

Tinggalkan komentar