Defenisi Mendidik Bagi Seorang Guru

Mendidik merupakan tugas dari seorang guru. Beragam pendapat mengenai defenisi mendidik bagi seorang guru menurut para pakar. Namun, tetap saja mendidik itu diistilahkan lebih luas bila dibandingkan dengan mengajar di kelas bagi seorang guru.

Terkadang, istilah ini disandingkan dengan istilah mengajar bagi seorang guru. Misalnya, ketika seseorang ditanya tentang pekerjaannya sebagai seorang pendidik.

Halo pak.. Apa pekerjaan kamu sekarang?

Sekarang saya mengajar di salah satu sekolah Islam yang berada di Kota Medan.

Waah… Asik kalau gitu. Bisa lebih banyak waktu tertawa bersama anak didik?

Mudah-mudahan. Semoga saja demikian.

Bila ditemukan semacam pertanyaan demikian, umunya para guru akan menjawab bahwa pekerjaan mereka adalah sebagai guru atau mengajar.

Banyak orang mengistilahkan kedua term ini adalah hal yang sama. Walau demikian, ternyata kedua term ini memiliki sisi perbedaan yang mendalam.

Defenisi Mendidik

Kata mendidik dalam KBBI berasal dari kata dasar didik, yang artinya memelihara atau semacam memberi latihan mengenai akhlak atau tingkah laku dan pikiran.

Dari penjelasan di atas, cukup terlihat bahwa mendidik bukan hanya memperhatikan kualitas pengetahuan (kognitif) semata, melainkan lebih dari itu. Ada sisi lain yang lebih mendalam disini, yaitu akhlak.

defenisi-mendidik-guru

Bila berbicara persoalan akhlak, ini mengarah pada ranah afektif (perilaku dan sikap) siswa. Oleh sebab itu, hal ini membutuhkan pendekatan kualitatif didalamnya dan tidak dapat dilakukan secara instan.

Dimana Tempat Mendidik

Mendidik itu dapat dilakukan dimana saja, dan kapan saja. Hal ini dikarenakan mendidik adalah suatu kegiatan yang berkelanjutan dan membutuhkan pendekatan kualitatif. Jadi, hal ini tidak semata-mata dapat dilakukan secara instan.

Mendidik tidak dibatasi dengan kelas. Mendidik dapat dilakukan di luar ruang kelas sekalipun.

Mendidik juga tidak terbatas pada materi pelajaran. Adapun mendidik adalah pemberian nilai terhadap peserta didik dari apa yang mereka pelajari.

Oleh sebab itu, lagi-lagi hal yang menjadi fokus utama adalah kompetensi guru itu sendir. Terlebih lagi, hal ini lebih relevan dengan kepribadian guru.

Anak didik akan lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan memperhatikan gurunya, atau pribadi gurunya selama ia berada di sekolah.

Atas dasar ini, maka tentulah pribadi guru harusnya dapat menjadi teladan bagi para peserta didiknya. Maka dari itu, hal ini dijadikan sebagai kompetensi guru di sekolah yang dikhususkan dalam bab kepribadian guru yang dapat dijadikan teladan.

Beberapa Contoh Perilaku Mendidik

Untuk lebih mendalami tentang materi ini, dirasa perlu untuk membuat sebuah contoh yang berkaitan tentang mendidik bagi seorang guru.

Berikut ini merupakan contoh mendidik yang dapat dipertimbangkan dalam kegiatan di lingkungan sekolah.

Seorang guru memaksa temannya untuk mengambilkan sesuatu. Lantas, sang guru menegurnya dengan lembut dan membertahukan bahwa tindakannya itu tidak pantas. Sang guru tersebut juga memberikan ilmu kepada peserta didiknya agar tetap bekerja keras bila menginginkan sesuatu.

Dalam contoh di atas, dapat digambarkan bahwa mendidik itu lebih jauh mendalam dari materi pelajarannya. Secara khusus, materi pelajaran itu tidak tertulis dalam kurikulum lembaga mereka. Namun, itu semua include di dalam sifat mendidik guru.

Hal inilah yang semestinya diharapkan bagi seorang guru. Dengan memberikan perhatian penuh dan didikan terbaik terhadap para siswa, maka dirasa ini jauh lebih bernilai.

Dengan demikian, akan membuka ruang untuk menciptakan manusia seperti apa yang dituangkan dalam tujuan pendidikan nasional, yaitu menciptakan manusia yang insan kamil.

Tinggalkan komentar