Cara Membuat Instrumen Penelitian Kualitatif

Ada banyak cara membuat Instrumen penelitian kualitatif untuk seorang peneliti.

Tetapi, saya ingin memberikan sesuatu yang saya ketahui.

Faktanya, ini saya terapkan untuk sebuah penelitian yang saya lakukan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam membuat instrumen penelitian kualitatif.

Anda akan menemukannya dalam bahasan ini.

Mari kita mulai.


Tentang Instrumen Penelitian Kualitatif

Instrumen merupakan hal pokok yang harus ada dalah sebuah penelitian.

Tidak mungkin sebuah penelitian itu dapat berjalan tanpa adanya instrumen.

Pernyataan ini terlihat sederhana. Tetapi, bukan masalah.

Penelitian yang baik, tentunya berawal dari susunan instrumen yang baik.

Pertanyaannya: Bagaimana membuat instrumen yang baik?

Anda akan menemukan jawabannya setelah membaca tulisan ini hingga usai.

Pernyataan sebaliknya, bila instrumen penelitian kualitatif itu tidak baik, sudah barang tentu hasil penelitian yang adapun diragukan objektifitasnya.

Jauh sebelum tulisan ini diterbitkan, saya mendapatkan informasi tentang ini.

Sesuaikan instrumen penelitian kualitatif ini, dengan fokus masalah atau pertanyaan penelitian. Ini akan lebih baik.

Itu deskripsi yang memuaskan.

Tidak ada yang menyangkalnya.

Saya yakin, anda yang membuka tulisan ini, bagian dari peneliti, seperti mahasiswa, atau peneliti umum.

Instrumen penelitian kualitatif adalah alat yang digunakan dalam penelitian kualitatif.

Ini tentu berbeda jauh dengan instrumen penelitian untuk jenis yang lain, seperti penelitian kuantitatif, penelitian tindakan kelas, atau bahkan penelitian jenis maxing method.

Instrumen penelitian kualitatif, identik dengan bentuk pertanyaan.

Mengapa?

Karena, salah satu cara mengambil data dalam penelitian kualitatif, adalah dengan cara wawancara.

Sebuah istilah yang familiar untuk penelitian kualitatif adalah triangulasi.

Ini merupakan cara mereduksi data untuk penelitian kualitatif.

Alurnya, dari hasil wawancara yang didapatkan, lalu kemudian disesuaikan dengan studi dokumen yang ditemukan, dan dilakukanlah penyesuaian atau keselarasan antara keduanya.

Perjalanan yang indah.

Berapa poin yang diperlukan untuk membuat instrumen penelitian kualitatif ini?

Hal ini bergantung pada peneliti itu sendiri.

Tetapi, anggapan yang baik adalah bahwa semakin banyak poin yang dibuat, semakin baik untuk kualitas penelitian itu sendiri.

Ini memberi penjelasan bahwa instrumen penelitian yang dibuat berbentuk kerucut dan mendalam.

Bila berasumsi pada pendapat semacam ini, hasil yang didapatpun akan lebih terlihat objektif.


Tentukan Fokus Penelitian

Ini merupakan bagian penting.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sekelompok teman yang mempertanyakan hal serupa, yaitu fokus penelitian.

Ini menjadi pembeda dengan jenis penelitian lainnya.

Fokus penelitian hanya dimiliki oleh penelitian jenis kualitatif.

Tentukan fokus penelitian, dan ketahui subjek penelitian.

Ini adalah langkah awal untuk menempuh tahapan selanjutnya.


Temukan Teori Relevan

Bagian ini, akan membuat asumsi bahwa teori relevan itu sangatlah penting.

Buatlah kajian sebanyak mungkin yang sesuai dengan fokus penelitian.

Misalnya, fokus penelitian yang akan diteliti adalah tentang kepribadian guru.

Tuangkanlah sebanyak-banyaknya teori yang berkaitan tentang itu.

Jabarkan dengan senyuman segala hal yang berkaitan tentangnya.

Ini akan membuat sebuah teori itu menjadi berarti.


Fokus Turunan

Saya pikir, istilah ini baru kali ini ditemukan dalam hal penelitian kualitatif.

Ini hanya bersifat asumsi saja.

Saya tidak dapat menjabarkan berbagai teori tentangnya.

Tetapi, lihatlah betapa menariknya asumsi ini.

Saya menamainya dengan fokus turunan.

Sebenarnya sama saja dengan istilah indikator, atau yang lain sesuai dengannya.

Fokus turunan maksudnya disini adalah indikator dari fokus yang akan diteliti.

Mengambil contoh sebelumnya, sebuah penelitian yang berfokus pada kepribadian guru.

Setelah penjabaran teori dilakukan, temukan indikator dari kepribadian guru itu.

Dalam hal ini, anda dapat merujuk pada Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Disana, dijelaskan tentang turunan dari kepribadian guru.

Inilah yang dimaksud fokus turunan yang dijelaskan di atas.

Pada tahapan ini, anda sudah menemukannya.

Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengambil data dari tiap-tiap indikator itu, dan mereduksinya.


Membuat Pertanyaan

Ini dimaksudkan untuk melakukan wawancara.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa wawancara adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mengambil data dalam penelitian kualitatif.

Setelah indikator itu ditemukan, maka dibuatkan pertanyaan untuk mengambil data tentang indikator itu.

Buatlah pertanyaan sebaik mungkin dan hindari hal yang tidak berguna, seperti pertanyaan yang menyimpang dari pembahasan.

Pertanyaan ini haruslah masuk akal dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam hal ini, peneliti akan lebih jauh mengetahuinya sendiri.

Tinggalkan komentar